alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabar Facebook Ganti Nama, Begini Tanggapan Pakar

Eko Faizin Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:53 WIB

Kabar Facebook Ganti Nama, Begini Tanggapan Pakar
Ilustrasi Facebook. [Kon Karampelas/Unsplash]

Dikutip dari The Verge, beberapa waktu lalu melaporkan Facebook berencana mencitrakan ulang perusahaan mereka.

SuaraRiau.id - Raksasa media sosial Facebook dikabarkan bakal berganti nama pekan depan. Para ahli pun menanggapi rencana tersebut, jika benar-benar akan ganti.

Menurut mereka jika benar Facebook berganti nama, perusahaan itu tetap tidak bisa lepas dari pengawasan regulator dan publik tentang bahaya media sosial.

Dikutip dari The Verge, beberapa waktu lalu melaporkan Facebook berencana mencitrakan ulang perusahaan mereka.

Sementara disitat dari Reuters pada Kamis (21/10/2021), Facebook disebut menolak berkomentar tentang kemungkinan mereka berganti nama.

"Legislator dan politikus cukup pintar untuk tidak dibodohi oleh pencitraan ulang," terang analis internet di Atlantic Equities, James Cordwell dikutip dari Antara, Kamis (21/10/2021).

Sementara itu, Kepala urusan merk di Prophet, Marisa Mulvihil melihat berganti nama adalah strategi yang efektif supaya anak perusahaan bisa mempertahankan reputasi mereka.

Tapi, media dan regulator "tidak akan berhenti menyelidiki hanya karena pencitraan ulang", menurut Marisa.

The Verge menuliskan bahwa nama induk perusahaan akan merefleksikan Facebook sebagai "metaverse".

Nama baru itu juga diyakini sebagai salah satu cara agar WhatsApp, salah satu produk Facebook yang populer, tidak terganggu anggapan publik soal Facebook. Hal in juga berlaku untuk Oculus, perangkat virtual reality buatan mereka.

Meski pun berganti nama, Facebook akan tetap menghadapi tekanan yang sama, menurut para ahli.

"Saya rasa berganti nama tidak akan membantu Facebook mengatasi pengawasan regulator atau keraguan, jika bukan ketidakpercayaan, secara umum dari publik," kata pakar dari Pentagram, Natasha Jen.

Facebook sedang disorot regulator setelah seorang mantan karyawan membocorkan ribuan dokumen internal. (Antara)

Komentar

Berita Terkait