- Mahasiswi UIN Suska Riau, Faradilla Ayu Pramesti, dibacok rekannya, Raihan Mufajar, pada 26 Februari 2026 di area kampus.
- Aksi brutal diduga dipicu obsesi pelaku yang salah paham terhadap kebaikan korban saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
- Pelaku telah diamankan polisi bersama barang bukti senjata, sementara pihak kampus menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada aparat.
SuaraRiau.id - Dunia pendidikan tinggi di Pekanbaru, Riau, diguncang insiden pembacokan yang mengejutkan dan memilukan. Seorang mahasiswi UIN Suska Riau bernama Faradilla Ayu Pramesti menjadi korban pembacokan.
Peristiwa mematikan itu diduga dilakukan oleh rekannya, Raihan Mufajar, tepat di area kelas saat hendak mengikuti ujian seminar proposal pada Kamis, 26 Februari 2026.
Aksi brutal ini dengan cepat viral di media sosial, mengungkap kronologi mencekam yang berakar dari obsesi yang salah.
Namun, kronologi peristiwa tersebut viral di media sosial X diunggah akun @akunkunichh memberikan fakta baru yang lebih rinci.
Baca Juga:Mahasiswa Bacok Mahasiswi, UIN Suska: Pelaku Tak Terdeteksi Bawa Kapak ke Kampus
Berikut Unggahannya:
1. Kenalan di KKN, keduanya hanya sekadar kenalan saat pertama jumpa di satu fakultas dan baru mulai ngobrol saat pertemuan KKN.
2. Pelaku Introvert, Korban Berinisiatif, pelaku Raihan dikenal introvert dan susah berbaur. Korban Faradilla, dengan niat baiknya, mengajak pelaku berbicara agar program kerja kelompok KKN mereka lancar.
3. Pelaku 'Baper' & Obsesif, diduga pelaku belum pernah mendapat perhatian seperti itu dari wanita, sehingga langsung terbawa hati atau baper, padahal ia tahu Faradilla sudah punya pacar.
4. Korban Terpaksa Jaga Jarak Demi Proker. Selama KKN, korban dan pelaku menjadi dekat, namun korban tidak ingin selingkuh dan merasa tidak nyaman dengan kedekatan itu.
Baca Juga:Mahasiswi UIN Suska Dibacok Kapak di Depan Kelas, Masalah Asmara Jadi Pemicu
Korban terus bersikap baik kepada pelaku demi kelancaran proker KKN, meski harus mengorbankan dirinya sendiri. Pelaku disebut hanya mau diajak kerjasama oleh Faradilla.
5. Obsesi Memuncak. Menjelang akhir KKN, bibit obsesi pelaku mulai terlihat dan korban sudah sangat tidak nyaman. Pelaku mulai menunggu korban selesai kelas dan mengejar Faradilla secara agresif. Korban sudah mencoba memberikan closure atau penjelasan untuk mengakhiri hubungan/kedekatan kepada pelaku.
6. Puncak Tragedi. Puncaknya terjadi di grup KKN, korban mengirim undangan seminar proposal KKN tepat pada hari kejadian. Diduga kuat, pelaku sudah menyusun rencana untuk melakukan aksi pembacokan tersebut.
Sementara itu, Pihak UIN Suska Riau sebelumnya menegaskan kampus menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.
Wakil Rektor III UIN Suska Riau, Harris Simaremare, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen menegakkan aturan dan kode etik di lingkungan akademik.
"Kami berkomitmen menegakkan kode etik kampus dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian," ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku Raihan Mufajar telah diamankan beserta barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan dalam kejadian tersebut.
Aksi tersebut awalnya diduga dipicu motif sakit hati setelah pelaku disebut tidak terima cintanya ditolak oleh korban.