alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Selebgram Aceh Herlin Kenza Jadi Tersangka Kasus Kerumunan

Eko Faizin Sabtu, 24 Juli 2021 | 17:32 WIB

Selebgram Aceh Herlin Kenza Jadi Tersangka Kasus Kerumunan
Herlin Kenza, selebgram mirip Barbie asal Aceh. (Instagram/@herlinkenza)

Penetapan Herlin Kenza tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa ke dua terduga pelaku dan delapan orang saksi.

SuaraRiau.id - Polres Lhokseumawe menetapkan seorang selebgram Aceh bernama Herlin Kenza sebagai tersangka dugaan membuat kerumunan massa pada penerapan PPKM.

Kerumuman massa terjadi saat pembukaan sebuah toko grosir yang mengundang selebgram cantik tersebut.

Penetapan Herlin Kenza tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa ke dua terduga pelaku dan delapan orang saksi, termasuk satu ahli terkait kerumunan yang terjadi.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Winardy di Banda Aceh, Sabtu (24/7/2021), mengatakan selain HK, penyidik juga menetapkan KS, pemilik toko grosir di Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, yang didatangi wanita itu sehingga menimbulkan keramaian orang.

"Penetapan tersangka setelah penyidik memeriksa kedua terduga pelaku dan delapan orang saksi, termasuk satu saksi ahli terkait kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe," katanya.

Winardy menyebut bahwa, berdasarkan hasil pemeriksaan, secara umum disimpulkan bahwa kerumunan masyarakat di toko grosir tersebut melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan.

Pelanggarannya, kata dia, mengabaikan protokol kesehatan sebagaimana diatur Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 KUHP.

Selain itu, ujar dia, personel Polres Lhokseumawe bersama petugas Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe menyegel dan memasang garis polisi di toko grosir tempat kerumunan terjadi.

Menurut dia, penyegelan dilakukan berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Kemudian, berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor 100/266/2020 perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian. Penyegelan terhitung mulai 23 Juli 2021 sampai dengan batas waktu yang belum ditetapkan.

Komentar

Berita Terkait