Buzzer Disebut Tak Kejar Substansi Kritikan, Tapi Bunuh Karakter Orang

Ia angkat bicara dan menilai jika keberadaan buzzer saat ini sulit diidentifikasi.

Eko Faizin
Jum'at, 12 Februari 2021 | 09:35 WIB
Buzzer Disebut Tak Kejar Substansi Kritikan, Tapi Bunuh Karakter Orang
Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis ditemui di Jakarta, Kamis (23/1/2020). [Antara/Anom Prihantoro]

Lebih lanjut, Cholil pernah punyai pengalaman terkait buzzer. Ia sendiri mengaku pernah berhadapan langsung dengan buzzer. Dimana serangan pernah dialaminya ketika Cholil menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Cholil mengaku pernah mendapat serangan dari mereka saat menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Saat menyampaikan kritikan tersebut beberapa ada yang mengerti maksudnya namun ada juga yang nyinyir dan meremehkan bahkan merendahkan itu ada.

Karenanya secara khusus Cholil menyebut jika tindakan buzzer tersebut dianggap sebagai tindakan memakan daging saudara sendiri.

“Menurut saya, kalau umpamanya orang digerakkan untuk jadi buzzer, untuk menyerang orang yang niat baik, apalagi ulama, menurut saya inilah yang disebut dengan memakan daging saudaranya,” ucap Cholil.

“Ia makan dari hasil orang lain dibunuh, yaitu mengambil dari dagingnya saudaranya,” lanjutnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini