Rencanakan Aksi Teror Bantai Jamaah Masjid, Remaja Singapura Ditangkap

Ia diduga kuat bakal memakai sebuah parang alias benda tajam seperti golok.

Eko Faizin
Kamis, 28 Januari 2021 | 17:06 WIB
Rencanakan Aksi Teror Bantai Jamaah Masjid, Remaja Singapura Ditangkap
Ilustrasi terorisme. [Shutterstock]

SuaraRiau.id - Rencana aksi teror yang akan dilakukan seorang remaja Kristen digagalkan pihak kepolisian setempat. Serangan itu bakal dilancarkan pada 15 Maret mendatang atau bertepatan dengan kejadian serangan teroris di masjid Selandia Baru.

Remaja ini nekat ingin membantai jamaah di dua masjid berbeda lantaran terinspirasi dari serangan mematikan Christchurch di Selandia Baru.

Namun saat ini, remaja keturunan India yang tinggal di Singapura itu berhasil ditahan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri (ISA) yang cukup kektat di negara tersebut.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setempat menjelaskan bahwa remaja tersebut sejak sebulan lalu hingga saat ini telah ditahan.

Remaja yang masih duduk di sekolah menengah itu juga memecahkan rekor dan tercatat sebagai orang termuda yang ditahan berdasarkan UU ISA.

Melansir Al Jazeera, berdasarkan penelusuran, remaja tersebut telah menyiapkan strategi hingga rincian serangan untuk dilakukan pada waktunya nanti di dua masjid Singapura. Ia diduga kuat bakal memakai sebuah parang alias benda tajam seperti golok.

“Remaja tersebut, yang terinspirasi oleh ideologi ekstremis kanan, ditahan bulan lalu,” kata Kementerian itu, dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Kamis (28/1/2021).

“Seorang siswa sekolah menengah pada saat itu, ditemukan telah membuat rencana dan persiapan rinci untuk melakukan serangan teroris menggunakan parang terhadap para muslim di dua masjid di Singapura,” lanjut Kementerian.

Atas strategi aksi yang terendus aparat tersebut, ISA mengizinkan agar terduga tersangka pembantaian itu ditahan.

Sesuai dengan rencana yang digarapnya, dia bakal melakukan serangan di Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak sebagai targetnya di dekat rumahnya di Singapura Utara.

Mengenai hubungan dengan jaringan apa, aparat setempat belum mengetahui lebih lanjut. Hanya saja berdasarkan temuan di lapangan, dia berhasil meredikalisasi dirinya sendiri untuk menanamkan rasa antipati yang kuat terhadap umat Islam.

“Dia meradikalisasi diri, dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan,” jelas Kementerian setempat.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dia kerap menonton video propaganda yang diproduksi oleh kelompok militan ISIS.

Walhasil dia menjadi salah menafsirkan dan menganggap bahwa ISIS merupakan cerminan dari agama Islam yang harus diberantas habis.

“Dia juga telah menonton video propaganda Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan sampai pada kesimpulan yang salah bahwa ISIS mewakili Islam, dan bahwa Islam meminta para pengikutnya untuk membunuh orang yang tidak beriman,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini