Sementara itu, seorang warganet dengan akun bernama Setiawan Iwan menuliskan di kolom komentar bahwa hal ini diduga terjadi karena udara yang berada di kabin kendaraan tak tersirkulasi dengan baik.
"Saya bantu jawab, pada dasarnya AC dimobil apapun hanya bekerja mengkondisikan udara yang ada di kabin, sekali lagi hanya udara yang ada dikabin, jadi jelas mereka keracunan gas karbonmonoksida yang dihasilkan oleh mobil mereka sendiri. Jelasnya udara basi yg mereka hirup,tanda awal keracunan biasanya kepala pusing, badan lemas karena menghirup CO(karbonmonoksida) kalau tidak aware ya kejadian seperti diatas. Solusinya jika kabin mobil sempit,penumpang penuh, dan berkendara dalam waktu yg agak lama, maka sering seringlah buka sedikit jendela agar udara segar masuk untuk meminimalisir keracunan gas CO."
Kasus keracunan gas seperti ini sudah kerap kali terjadi pada penumpang mobil. Semoga pengguna kendaraan roda empat lainnya waspada terkait kasus seperti ini.
Baca Juga:Jadwal Liga Italia Pekan ke-10, Ada Derby della Molle Juventus vs Torino