Pemimpin Negara Hina Islam, Pendeta Yerry: Tak Cerminkan Umat yang Baik

Yerry mengungkapkan, pernyataan keras yang diucapkan oleh pemimpin negara dengan memojokkan umat lain tersebut tidak mencerminkan umat nasrani yang baik.

Eko Faizin
Sabtu, 31 Oktober 2020 | 09:50 WIB
Pemimpin Negara Hina Islam, Pendeta Yerry: Tak Cerminkan Umat yang Baik
Habib Husein Ja'far dan Pendeta Yerry Pattinasarany. (YouTube/Jeda Nulis)

SuaraRiau.id - Pernyataan seorang pemimpin negara yang diduga melecehkan agama Islam mendapat tanggapan banyak pihak. Tak terkecuali dari pendeta Pendeta Yerry Pattinasarany.

Pendeta Yerry, kepada Habib Husein Ja'far Al Hadar, mengatakan bahwa apa yang dilakukan pemimpin negara tersebut justru melecehkan ajaran nasrani.

"Saya menyadari bahwa saya punya rasa aman, dan saya tidak melihat itu sebagai sebuah ancaman terhadap saya. Nah, lalu tidak pernah ada angle atau tuntunan dari firman Tuhan di Alkitab untuk melemparkan sebuat statement penghinaan kepada siapapun," kata pendeta Yerry dilansir dari kanal YouTube Jeda Nulis, Jumat (30/10/2020).

Yerry mengungkapkan, pernyataan keras yang diucapkan oleh pemimpin negara dengan memojokkan umat lain tersebut tidak mencerminkan umat nasrani yang baik karena justru menghina agamanya sendiri.

"Jadi apa yang dilontarkan oleh pemimpin negara ini tidak merepresentasikan sebuah kebenaran absolut. Bahkan itu dalam tanda kutip sedikit menghina kebenaran itu sendiri. Dia itu malah menghina agama dia sendiri," jelas pendeta Yerry.

Pelecehan terhadap agama sendiri itu, lanjut Yerry, juga dilakukan si pemimpin agama karena telah menempelkan stigma negatif terhadap orang lain. Padahal, memandang negatif kepada orang lain tidak pernah diajarkan dalam ajaran Tuhan.

"Karena dia. dalam tanda kutip, melecehkan kebenaran absolut yang ada sebenarnya yang seharusnya Tuhan bangun dalam kehidupan seseorang. Apalagi melemparkan semua opini publik dan menaruh semua label stigma negatif," imbuhnya.

"Jadi menurut saya sama sekali tidak merepresentasikan pandangan Kristen, Alkitab, bagaimana seseorang harusnya bersikap. Jadi penghinaan itu saya anggap sebagai pelecehan terhadap Firman Tuhan," ia menyimpulkan.

Sebelumnya, Presiden Perancis Emmanuel Macron dianggap mendeklarasikan perang terhadap Islam radikal. Dia menganggap konflik antar agama yang terjadi di dunia, dipicu oleh kelompok Muslim.

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini, kami tidak hanya melihat ini di negara kami," kata Macron beberapa waktu lalu.

Pernyataan Macron dipicu peristiwa pembunuhan seorang guru sejarah Prancis di pinggir kota Paris pada Jumat (16/10/2020) lalu.

Samuel Paty, seorang guru dipenggal oleh remaja berusia 18 tahun bernama Abdullah Anzorov di luar sekolah menengah Bouis-d'Aulne.

Remaja keturunan Rusia itu tak terima dengan tindakan Samuel Paty yang mempertontonkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas.

Tujuh orang, termasuk dua siswa, telah didakwa atas pemenggalan Samuel Paty. Abdullah Anzorov selaku pembunuh, ditembak mati oleh polisi tak lama setelah serangan itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini