- Kejati Riau menggeledah Kantor Dinas Pendidikan Riau pada 23 Juli 2026 untuk mengusut korupsi pengadaan Smart Board.
- Tim penyidik menyita tiga boks kontainer berisi dokumen serta sejumlah berkas lain dari lokasi penggeledahan tersebut.
- Kasus dugaan korupsi proyek tahun anggaran 2024 ini telah resmi naik ke tahap penyidikan sejak 15 Juli 2026.
SuaraRiau.id - Kantor Dinas Pendidikan Riau digeledah Kejati Riau untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan TV Flat Panel atau Smart Board Tahun Anggaran 2024, Kamis (23/7/2026).
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Zikrullah, membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan tim penyidik di Kantor Dinas Pendidikan Riau.
"Iya, benar (dilakukan penggeledahan)," katanya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Kamis (23/7/2026).
Zikrullah menuturkan, penggeledahan itu merupakan bagian dari rangkaian proses penyidikan guna mencari dan mengumpulkan alat bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
"Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan untuk mengumpulkan alat bukti terkait dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani," ujarnya.
Saat ditanya mengenai perkembangan penanganan perkara, Zikrullah memastikan bahwa kasus tersebut telah resmi naik ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) tertanggal 15 Juli 2026.
"Iya, dik (penyidikan)," terangnya.
Diketahui, setelah melakukan penggeledahan selama berjam-jam di Kantor Disdik Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, para penyidik akhirnya keluar dari gedung sekitar pukul 15.06 WIB.
Momen keluarnya tim penyidik langsung menjadi perhatian awak media yang sejak pagi menunggu proses penggeledahan hingga keluar gedung sekitar pukul 15.06 WIB.
Sejumlah kamera wartawan mengabadikan aktivitas penyidik saat membawa berbagai dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Dari pantauan di lokasi, penyidik terlihat mengangkut tiga boks kontainer berisi dokumen. Berkas-berkas itu kemudian dimasukkan ke dalam dua kendaraan operasional, yakni sebuah Toyota Hilux dan Toyota lainnya.
Selain tiga boks kontainer, penyidik juga membawa sejumlah dokumen lain yang dikemas menggunakan kantong plastik sebelum diangkut dari lokasi penggeledahan.
Meski telah membawa sejumlah dokumen, hingga sore hari tim penyidik Kejati Riau masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut.
Proses penyidikan disebut masih berlangsung secara intensif untuk mengumpulkan alat bukti dan memperkuat konstruksi perkara.
Sebelumnya, Kejati Riau resmi meningkatkan penanganan dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan Riau ke tahap penyidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah