- Dinas Pendidikan melarang acara perpisahan SMA/SMK negeri dan SLB di hotel.
- Kebijakan tersebut untuk orangtua dari beban biaya tambahan yang tidak sedikit.
- Banyak orangtua mengeluh terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan.
SuaraRiau.id - Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan kembali mengingatkan seluruh SMA/SMK negeri dan SLB agar tidak menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya menyampaikan bahwa kebijakan tersebut bertujuan melindungi orangtua dari beban biaya tambahan yang tidak sedikit.
"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, kita juga sedang mendorong efisiensi. Jadi sebaiknya hindari kegiatan perpisahan yang terkesan berlebihan," ungkapnya, Selasa (14/4/2026).
Erisman menyatakan tidak melarang acara perpisahan sekolah, namun cukup sederhana karena hal yang paling penting adalah maknanya.
Dia mengaku, Dinas Pendidikan selama ini menerima banyak keluhan dari orangtua terkait iuran perpisahan yang dinilai memberatkan, terutama kegiatan dilakukan di hotel.
Erisman menilai, pelaksanaan perpisahan di lingkungan sekolah justru lebih memiliki nilai emosional dan kedekatan bagi siswa.
Dia juga mencontohkan kegiatan di SMA Plus yang digelar di halaman sekolah dan berlangsung dengan suasana yang tetap khidmat.
"Kemarin saya sempat hadir di SMA Plus, perpisahannya dilakukan di halaman sekolah. Suasananya sangat baik, tertib, dan tetap terasa sakral. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah lain," tegas Erisman.
Ia menambahkan, kegiatan di hotel umumnya memicu biaya tinggi karena adanya sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi yang akhirnya dibebankan kepada orang tua melalui iuran.
"Banyak orang tua sebenarnya merasa keberatan, tapi memilih tidak menyampaikan secara terbuka karena tidak ingin terjadi polemik dengan sekolah atau komite," sebut Erisman.
Dinas Pendidikan Riau menganggap perpisahan tidak harus identik dengan kemewahan.
Akan tetapi, konsep sederhana di sekolah diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.
Erisman berharap seluruh kepala sekolah, komite, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dapat mendukung kebijakan tersebut demi kepentingan bersama.
"Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orangtua siswa," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW