- Taman Yiheyuan di Distrik Haidian, Beijing, merupakan bekas tempat peristirahatan kekaisaran Dinasti Qing yang kini menjadi destinasi wisata populer.
- Kompleks seluas tiga kilometer persegi ini berfungsi sebagai pusat politik, tempat ibadah, serta hunian keluarga kaisar saat musim panas.
- Sejak 1998, UNESCO menetapkan lokasi yang memadukan arsitektur tradisional dan keindahan alam ini sebagai situs Warisan Dunia yang penting.
SuaraRiau.id - Taman Yiheyuan atau Istana Musim Panas menjadi salah satu destinasi wisata di Beijing, Tiongkok yang banyak dituju pelancong lokal maupun luar negeri.
Kawasan ini terletak di Distrik Haidian, sekitar 15 kilometer dari pusat kota Beijing.
Taman Yiheyuan pada masa Dinasti Qing berfungsi sebagai taman terkenal dan tempat peristirahatan musim panas bagi keluarga kekaisaran.
Rombongan jurnalis se-Sumatera menjadi bagian yang berkesempatan melihat lebih dekat saksi sejarah yang dikenal Summer Palace tersebut.
Pemandu wisata yang mendampingi delegasi media dari Indonesia menjelaskan bahwa Istana Musim Panas merupakan tempat politik dan ibadah.
"Seluruh kompleks dirancang sebagai istana dengan 3 fungsi utama, yakni pusat politik, tempat beristirahat keluarga kekaisaran, dan kawasan ibadah," ujarnya, akhir Juni lalu.
Tak hanya menikmati indahnya bangunan dan pemandangan atau belajar sejarah, Istana Musim Panas juga digunakan sebagian wisatawan untuk berfoto.
Beberapa di antaranya bahkan menggunakan baju tradisional (hanfu) seperti zaman kekaisaran tempo dulu.
Mereka yang sebagian besar merupakan kaum hama tampak mengambil spot tertentu untuk mengabadikan momen terbaik.
Lebih lanjut, pemandu menjelaskan jika Istana Musim Panas merupakan perpaduan harmonis antara danau, bukit, paviliun, jembatan, koridor, kuil, dan bangunan istana yang mencerminkan filosofi tradisional Tiongkok tentang keselarasan antara manusia dan alam.
Dia menuturkan, Taman Yiheyuan adalah salah satu taman kekaisaran paling terkenal di Tiongkok dan menjadi mahakarya arsitektur lanskap tradisional China.
"Setiap April hingga Oktober, ketika suhu di Kota Terlarang mulai meningkat, kaisar bersama keluarga kerajaan (ketika itu) berpindah ke Yiheyuan," ungkapnya menjelaskan fungsi tempat itu.
Ia menyampaikan, berbagai urusan pemerintahan saat itu tetap dijalankan dari kompleks istana yang berada di tepi Danau Kunming tersebut.
Dalam penuturannya, pemandu menyebut jika Yiheyuan memiliki luas sekitar 3 kilometer persegi, dengan hampir tiga perempat areanya berupa perairan.
Lanskap utama taman terdiri atas Danau Kunming (Kunming Hu) dan Bukit Wanshou (Bukit Panjang Umur).
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Mengabadikan Momen di Taman Yiheyuan, Pusat Politik dan Ibadah Kaisar Dinasti Qing
-
Karyawan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau saat Cari Sinyal HP
-
Polda Riau Resmi Ganti Dua Pejabat Utama dan 4 Kapolres
-
OTT Pejabat Pemkab, Polres Siak Dibanjiri Papan Bunga Ucapan Selamat
-
Pemprov Riau Imbau ASN Pria Antar Anaknya ke Sekolah di Hari Pertama