- Seorang pekerja bernama Eko Prastio tewas diserang harimau di kawasan PBPH Pelalawan pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Sebelumnya, seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu juga tewas akibat serangan harimau di lokasi serupa.
- BBKSDA Riau merespons kejadian dengan memasang boxtrap dan memperketat standar operasional prosedur keselamatan bagi para pekerja.
SuaraRiau.id - Seorang pekerja bernama Eko Prastio (29) dikabarkan meninggal dunia usai diserang harimau di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Pelalawan, Jumat (10/7/2026).
Sebelumnya, di kawasan tersebut satwa dilindungi tersebut juga menerkam bocah bernama Jerlin Zalukhu (12) hingga tewas pada Selasa (7/7/2026) dini hari.
Plh Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana menjelaskan kronologi kejadian karyawan diterkam harimau sumatera hingga kehilangan nyawa.
"Peristiwa diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB," jelasnya.
Laskar menyampaikan korban pada pukul 19.15 WIB, sempat berpamitan ke rekan satu kamar untuk mencari sinyal telepon menyampaikan agenda pekerjaan esok hari melalui grup WhatsApp pekerja.
Namun hingga pukul 24.00 WIB, korban belum kembali ke mess sehingga rekan satu kamar bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian di sekitar mess tempat korban menelepon.
"Tim menemukan sejumlah barang milik korban berupa sandal dan headset, disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak," jelas Laskar.
Tak hanya itu, di lokasi yang sama juga ditemukan jejak harimau dan jejak anjing yang mengarah ke titik ditemukannya barang-barang milik korban.
Dengan penemuan itu, petugas keamanan melaporkan kepada Tim WRU Balai Besar KSDA Riau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tim gabungan BBKSDA Riau yang melakukan pemeriksaan lanjutan kembali menemukan sandal korban, headset, ceceran darah, serta jejak harimau yang mengarah dari lokasi korban terakhir berada.
Pencarian korban sempat dihentikan mengingat kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang, dan dilanjutkan setelah kondisi terang.
"Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak dengan jarak sekitar 650 meter dari lokasi terakhir korban diketahui berada," ungkap Laskar.
Korban ditemukan sekitar 6,5 km dari jarak antara lokasi kejadian penyerangan anak 12 tahun hingga meninggal beberapa hari lalu.
Atas kejadian ini, BBKSDA Riau berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kembali kejadian serupa dengan memasang boxtrap dan meminta perusahaan agar menerapkan SOP secara ketat.
Diketahui sebelumnya, bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu tewas diterkam harimau di areal PBPH di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Polda Riau Resmi Ganti Dua Pejabat Utama dan 4 Kapolres
-
OTT Pejabat Pemkab, Polres Siak Dibanjiri Papan Bunga Ucapan Selamat
-
Pemprov Riau Imbau ASN Pria Antar Anaknya ke Sekolah di Hari Pertama
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
OTT Kadishub Siak: Polisi Temukan Uang Tunai, tapi Masih Irit Penjelasan