Eko Faizin
Senin, 13 Juli 2026 | 17:31 WIB
Petugas gabungan melakukan pencarian terhadap karyawan yang diterkam harimau di Pelalawan. [Dok BBKSDA Riau]
Baca 10 detik
  • Seorang pekerja bernama Eko Prastio tewas diserang harimau di kawasan PBPH Pelalawan pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Sebelumnya, seorang bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu juga tewas akibat serangan harimau di lokasi serupa.
  • BBKSDA Riau merespons kejadian dengan memasang boxtrap dan memperketat standar operasional prosedur keselamatan bagi para pekerja.

SuaraRiau.id - Seorang pekerja bernama Eko Prastio (29) dikabarkan meninggal dunia usai diserang harimau di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Pelalawan, Jumat (10/7/2026). 

Sebelumnya, di kawasan tersebut satwa dilindungi tersebut juga menerkam bocah bernama Jerlin Zalukhu (12) hingga tewas pada Selasa (7/7/2026) dini hari.

Plh Kepala BBKSDA Riau, Laskar Jaya Permana menjelaskan kronologi kejadian karyawan diterkam harimau sumatera hingga kehilangan nyawa.

"Peristiwa diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB," jelasnya.

Laskar menyampaikan korban pada pukul 19.15 WIB, sempat berpamitan ke rekan satu kamar untuk mencari sinyal telepon menyampaikan agenda pekerjaan esok hari melalui grup WhatsApp pekerja.

Namun hingga pukul 24.00 WIB, korban belum kembali ke mess sehingga rekan satu kamar bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian di sekitar mess tempat korban menelepon.

"Tim menemukan sejumlah barang milik korban berupa sandal dan headset, disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak," jelas Laskar.

Tak hanya itu, di lokasi yang sama juga ditemukan jejak harimau dan jejak anjing yang mengarah ke titik ditemukannya barang-barang milik korban.

Dengan penemuan itu, petugas keamanan melaporkan kepada Tim WRU Balai Besar KSDA Riau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Tim gabungan BBKSDA Riau yang melakukan pemeriksaan lanjutan kembali menemukan sandal korban,  headset, ceceran darah, serta jejak harimau yang mengarah dari lokasi korban terakhir berada.

Pencarian korban sempat dihentikan mengingat kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang, dan dilanjutkan setelah kondisi terang.

"Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak  dengan jarak sekitar 650 meter dari lokasi terakhir korban diketahui berada," ungkap Laskar.

Korban ditemukan sekitar 6,5 km dari jarak antara lokasi kejadian penyerangan anak 12 tahun hingga meninggal beberapa hari lalu.

Atas kejadian ini, BBKSDA Riau berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kembali kejadian serupa dengan memasang boxtrap dan meminta perusahaan agar menerapkan SOP secara ketat.

Diketahui sebelumnya, bocah berusia 12 tahun bernama Jerlin Zalukhu tewas diterkam harimau di areal PBPH di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan.

Load More