- Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan kue talam ketan durian sebagai ikon kuliner serta sajian penyambutan bagi para tamu.
- Kesepakatan bersama antara pemerintah dan pelaku usaha lokal bertujuan mengangkat produk UMKM serta memperkuat identitas kuliner kota.
- Pemerintah berupaya mempromosikan kuliner daerah ke tingkat internasional melalui pengajuan proposal penilaian kepada pihak Michelin Guide.
SuaraRiau.id - Kue talam ketan durian resmi menjadi ikon kuliner dan akan disuguhkan sebagai penyambutan khas atau welcome food bagi tamu yang datang ke Pekanbaru.
Pemkot Pekanbaru melakukan penandatanganan kesepakatan bersama tentang penguatan kue talam durian sebagai produk unggulan usaha mikro kecil menengah dan sajian penyambutan.
"Kesepakatan ini lahir dari kolaborasi Pemkot bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran PHRI Kota Pekanbaru serta para pelaku usaha dan UMKM. Kami sepakat bagaimana kue talam ketan durian ini bisa menjadi welcome food di lingkungan Pemkot Pekanbaru, hotel-hotel, hingga bandara," kata Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dikutip dari Antara, Senin (15/6/2026).
Wali Kota menyampaikan, kesepakatan bersama itu ditandatangani Disperindag Pekanbaru bersama PHRI Kota Pekanbaru, dan pemilik toko oleh-oleh terbesar di Riau.
Hal ini merupakan bagian dari upaya mengangkat produk UMKM lokal sekaligus memperkenalkan identitas kuliner Pekanbaru.
Menurut Agung, Pekanbaru selama ini belum memiliki makanan khas yang benar-benar dikenal luas sebagai ikon kota.
Karena itu, kue talam ketan durian dipilih untuk diperkenalkan secara lebih masif kepada masyarakat maupun wisatawan.
Produk tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sebagaimana sejumlah merek oleh-oleh terkenal yang tumbuh dari usaha rintisan lokal.
Sejumlah pelaku usaha seperti Viera, Insyira, dan Nadhira Napoleon sebagai contoh pengusaha yang berhasil membangun usaha dari nol hingga dikenal luas masyarakat.
"Kami berharap kue talam ketan durian juga bisa berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM," harap Agung.
Tidak hanya itu, Pemkot Pekanbaru juga tengah berupaya memperkenalkan kuliner khas daerah ke tingkat internasional.
Salah satunya, Pemkot mengajukan proposal kepada Michelin Guide, lembaga yang dikenal melakukan penilaian terhadap destinasi dan produk kuliner terbaik di berbagai negara.
"Saya berharap langkah tersebut dapat membantu memperkenalkan kekayaan kuliner Pekanbaru kepada dunia sekaligus meningkatkan daya tarik wisata kota," tegas Agung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru Hujan Ringan, Padang Hujan Petir
-
Komite dan Kepala Sekolah Jangan Sampai 'Bermain' dalam SPMB Pekanbaru
-
BRI Permudah Investasi Emas, Kini Bisa Nabung Otomatis Sambil Transfer di BRImo
-
Bocah 13 Tahun Jadi Komplotan Begal di Pekanbaru, Diringkus Bareng 2 Rekannya
-
Panitia SPMB Dilarang Terima Titipan-Gratifikasi, SF Hariyanto: Jangan Coba-coba!