- Wakil Wali Kota Pekanbaru melantik 42 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkot pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Pelantikan bertujuan mempercepat target program kerja daerah melalui peningkatan komitmen kerja, dan koordinasi antar instansi.
- Penataan mencakup posisi eselon II, eselon III, dan fungsional guna mengoptimalkan kinerja pelayanan publik di seluruh wilayah.
SuaraRiau.id - Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar resmi melantik 42 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkot pada Rabu (10/6/2026).
Markarius menyampaikan Pemkot Pekanbaru menuntut komitmen kerja tinggi serta loyalitas penuh guna menghadirkan pelayanan publik yang jauh lebih maksimal, responsif, dan adaptif
"Kami meminta dengan sangat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik hari ini untuk langsung bekerja dengan baik, cepat beradaptasi, dan terus melahirkan inovasi di satker masing-masing," kata dia.
Menurut Markarius, di era digitalisasi, koordinasi intensif antar-instansi merupakan kunci utama agar program pembangunan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri atau tumpang tindih.
Berdasarkan data BKPSDM, dari total 42 PNS yang ditata tersebut, rinciannya terdiri atas 3 orang pejabat eselon II (Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama), 15 orang pejabat eselon III (Pejabat Administrator), serta 24 orang pejabat fungsional.
Langkah ini diambil sebagai strategi taktis Pemkot Pekanbaru untuk mempercepat pencapaian target program kerja daerah.
Untuk jajaran eselon II, nama Mahyuddin resmi dilantik menduduki posisi baru sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, di mana ia sebelumnya menjabat sebagai Kepala DPMPTSP.
Sementara itu, dua posisi strategis pimpinan tinggi pratama lainnya kini diamanahkan kepada Sarbaini sebagai Kepala Dinas Pertanahan, serta Mardiansyah yang dipercaya menempati pos Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Di tingkat eselon III dan posisi administrator, pergeseran juga menyentuh sejumlah jabatan sekretaris dinas dan badan.
Di antaranya adalah Martin Manoluk yang dilantik sebagai Sekretaris BPBD, Dedy Sambudi sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, serta dr Fira Septiyanti yang menduduki jabatan sebagai Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Pekanbaru.
Selain memperkuat struktur internal kedinasan, pelantikan kali ini juga berfokus pada penguatan performa pelayanan.
Beberapa pejabat fungsional dan struktural lainnya turut dikukuhkan, seperti Basri sebagai Kabid Fasilitasi di Diskop UKM, Nanda Aulia sebagai Kabid Prasarana di Disperkim, serta Elvia Suhana sebagai Kabid Pembinaan di Dispusip Pekanbaru.
Penataan ini diharapkan mampu memperkokoh pelayana tingkat kelurahan dan kecamatan, termasuk pengisian posisi penting seperti Kasi Trantib Tuah Madani yang kini dijabat Akbar Rahim, hingga para Kasi Pembangunan di Kelurahan Wonorejo, Kampung Baru, Tangkerang Timur, dan Melebung.
Pemkot Pekanbaru optimistis, integrasi personel baru dari eselon II hingga tingkat kelurahan ini akan membawa penyegaran positif bagi kinerja pelayanan publik sepanjang tahun 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun
-
Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla
-
Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang
-
Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar