Eko Faizin
Senin, 01 Juni 2026 | 13:17 WIB
Ilustrasi PLN [Dok: PLN]
Baca 10 detik
  • DPRD Riau menyoroti insiden pemadaman listrik massal di Sumatera.
  • Blackout dinilai menyebabkan kerugian pada sejumlah fasilitas krusial.
  • Dirut PLN diminta mengevaluasi menyeluruh pasca pemadaman total.

SuaraRiau.id - Insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di Sumatera beberapa waktu lalu mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Riau, Ahmad Tarmizi.

Dia meminta Direktur Umum (Dirut) PT PLN melakukan evaluasi menyeluruh pasca blackout yang merugikan rumah tangga hingga pelaku bisnis.

Tarmizi menegaskan evaluasi diperlukan lantaran pemadaman listrik menyebabkan kerugian pada sejumlah fasilitas krusial, seperti rumah sakit dan sebagainya.

"Kami minta agar Dirut PLN melakukan evaluasi atas pemadaman listrik kemarin. Jangan sampai ini terjadi lagi dan berdampak besar pada rumah sakit, dan fasilitas krusial lainnya," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Senin (1/6/2026).

Diketahui, pemadaman listrik total menimpa sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, termasuk Riau pada Jumat 22 Mei 2026 malam.

PT PLN (Persero) telah menjelaskan hal ini terjadi karena gangguan sistem kelistrikan berskala besar tersebut berimbas pada kondisi gelap gulita di sejumlah daerah.

Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, I Komang Gede Sastrawan menjelaskan, bahwa diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk.

"Kami memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei," ungkapnya.

Komang saat itu juga mengatakan pihaknya telah berhasil mengatasi gangguan tersebut dan terus melakukan percepatan pemulihan pada sisi pembangkit secara bertahap.

Langkah tersebut, menurutnya, agar pasokan listrik di wilayah terdampak dapat segera kembali normal.

Load More