- Pemadaman listrik massal merugikan mengakibatkan kerugian ekonomi.
- Pelaku usaha di Pekanbaru mengeluhkan omzet yang mendadak turun.
- Sementara warga lain mengaku peralatan elektroniknya yang rusak.
SuaraRiau.id - Sejumlah provinsi di Pulau Sumatera gelap gulita akibat pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam.
Pemadaman total itu ternyata mengakibatkan kerugian ekonomi yang luas bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha di wilayah Pekanbaru.
Salah satu pedagang, Rina mengaku mengalami penurunan omzet karena aktivitas jual beli terganggu akibat padamnya listrik dan minimnya jaringan komunikasi.
"Biasanya malam ramai pembeli, tapi kemarin banyak yang pulang karena listrik mati. Kalau gelap gini gak mungkin ada yang mau beli makan, apalagi minuman dingin juga gak bisa dijual," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Sabtu (23/5/2026).
Rina mengeluhkan bahan dagangan mereka terancam rusak akibat lemari pendingin tidak berfungsi selama pemadaman berlangsung.
Selain sektor usaha, warga juga mengeluhkan kerusakan sejumlah perangkat elektronik rumah tangga akibat listrik yang menyala dan padam berulang kali saat proses pemulihan sistem berlangsung.
"Yang kami takutkan justru tegangan listriknya tidak stabil. TV dan kulkas di rumah berapa kali mati hidup sendiri," kata Dedi, warga Rumbai.
Tak hanya itu, blackout juga menyebabkan kesulitan memperoleh air bersih karena pompa air tidak dapat beroperasi selama listrik padam.
Selain itu, jaringan komunikasi dari sejumlah operator seluler juga sempat mengalami gangguan sehingga masyarakat kesulitan memperoleh informasi terkini terkait kondisi pemadaman.
"Kami susah menghubungi keluarga karena sinyal hilang. Informasi juga sulit didapat karena internet ikut terganggu," kata Dedi.
Dampaknya paling dirasakan UMKM, pedagang makanan dan minuman, hingga warga rumah tangga yang mengaku mengalami kerusakan perangkat elektronik akibat lonjakan arus listrik saat aliran listrik kembali menyala.
Minimnya penerangan jalan selama blackout juga memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan lingkungan, terutama di kawasan yang sepi dan minim aktivitas pada malam hari.
Diketahui, blackout terjadi serentak di yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Lampung pada Jumat 22 Mei malam.
Sementara itu, PLN menyatakan blackout di wilayah Sumatera dipicu gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kiloVolt ruas Lubuklinggau-Lahat.
Gangguan tersebut disebut terjadi akibat sambaran petir dan penebangan pohon yang berdampak pada ketidakseimbangan sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan