- Pemadaman listrik total memunculkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.
- Tak hanya rumah tangga, pelaku usaha Pekanbaru juga terganggu secara bisnis.
- Sebuah kafe di Ibu Kota Riau itu menuturkan jika omzet penjualannya menurun.
SuaraRiau.id - Pemadaman listrik massal (blackout) berjam-jam yang terjadi di Riau sejak Jumat (22/5/2026) malam tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga.
Sejumlah pelaku usaha juga berdampak besar terhadap operasional usaha food and beverage, khususnya coffee shop di Kota Pekanbaru.
Seorang supervisor kafe di Air Dingin, Kecamatan Marpoyan Kota Pekanbaru, Cantika (21), mengaku mati lampu berjam-jam membuat aktivitas usaha tempatnya bekerja nyaris lumpuh total.
Menurutnya, pemadaman listrik menyebabkan produksi minuman kopi tidak berjalan normal dan berdampak langsung terhadap omzet penjualan.
"Sangat berpengaruh. Omzet penjualan tentu menurun karena produksi kafe tidak bisa berjalan mulus seperti biasanya," ujar Cantika kepada Suara.com, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah peralatan utama di kafe langsung berhenti beroperasi saat listrik padam, mulai dari mesin kopi, grinder, kulkas hingga chiller penyimpanan bahan baku.
Cantika mengatakan, kondisi itu membuat para barista harus mencari cara alternatif agar pelayanan tetap berjalan, salah satunya dengan menyetok biang kopi terlebih dahulu sebelum listrik benar-benar padam lagi.
Namun, situasi paling mengkhawatirkan bagi mereka adalah menjaga kualitas bahan baku yang harus tetap dingin, terutama fresh milk dan buah-buahan yang disimpan di kulkas.
"Yang paling kami khawatirkan itu stok fresh milk dan buah-buahan. Kalau kulkas mati terlalu lama, kualitasnya bisa rusak dan tentu tidak layak dipakai," jelasnya.
Tak hanya itu, suasana kafe yang biasanya nyaman dengan pendingin ruangan juga berubah total akibat listrik padam.
Ruangan menjadi panas karena AC tidak dapat digunakan, sehingga banyak pelanggan merasa kurang nyaman untuk berlama-lama.
"Konsumen biasanya datang karena tempatnya sejuk dan nyaman. Tapi saat listrik mati, ruangan jadi panas dan itu sangat berpengaruh," katanya.
Selain listrik, gangguan jaringan internet saat blackout juga menjadi kendala serius bagi operasional usaha.
Cantika menyebut proses input data penjualan dan pencatatan order menjadi sulit dilakukan karena sistem membutuhkan koneksi internet.
Di tengah kondisi gelap gulita, para pekerja bahkan harus mengandalkan cahaya lilin dan lampu ponsel untuk tetap melayani pelanggan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Pemadaman Listrik Berjam-jam: Kafe Merugi, Kulkas Mati Bikin Produk Rusak
-
Rugi Warga Akibat Blackout, Alat Elektronik Terbakar Gegara Voltase Naik-Turun
-
2 Pria Terciduk Ngeganja di Kafe Pekanbaru saat Pemadaman Listrik Total
-
Blackout Sumatera: Omzet Pedagang Turun, Warga Keluhkan Alat Elektronik Rusak
-
Polda Riau Klarifikasi soal Dana Rp300 Juta untuk Renovasi Rumah Dinas Kapolda