Eko Faizin
Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:31 WIB
AC milik salah satu warga Pekanbaru terbakar efek voltase naik-turun pasca pemadaman listrik massal, Jumat (22/5/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik total ternyata berakibat kerusakan alat elektronik.
  • Warga Pekanbaru mengeluhkan barang-barang elektroniknya terbakar.
  • Alat elektronik rusak karena efek voltase naik-turun pasca pemadaman.

SuaraRiau.id - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah Sumatera pada Jumat malam (22/5/2026) ternyata menyisakan keluhan bagi masyarakat Pekanbaru.

Sugiyanto Manurung, salah satu warga Perumahan Gesya Residence, Jalan Bunga Inem merugi lantaran alat elektronik miliknya mengalami kerusakan.

Pemulihan daya listrik yang dilakukan secara bertahap oleh PLN menjadi petaka. Perangkat Air Conditioner (AC) dan sejumlah lampu di rumahnya mendadak mati setelah teraliri listrik yang tak stabil.

"AC saya langsung rusak pas listrik menyala serentak malam itu. Awalnya sempat hidup, tapi tiba-tiba terjadi low voltage. Tegangan listriknya naik-turun ekstrem, lalu terdengar suara mati mendadak. Setelah itu, AC saya tidak bisa menyala lagi," keluhnya, Sabtu (23/5/2026) malam.

Kondisi ini kian menyiksa lantaran Sugiyanto harus memikirkan kenyamanan dua buah hatinya yang masih berusia di bawah lima tahun (balita).

Tanpa adanya pendingin ruangan, ia harus berjuang ekstra menenangkan anak-anaknya yang menangis rewel akibat suhu kamar yang berubah pengap dan panas menyengat.

Nasib serupa tapi tak sama menimpa tetangganya, Nanang Popindo.

Ketidakstabilan arus pasca-pemadaman total tersebut secara brutal menghantam perangkat elektronik di rumahnya, hingga menyebabkan dua unit kipas angin andalannya hangus terbakar pada komponen dinamo akibat lonjakan tegangan yang fluktuatif.

"Ada dua unit kipas angin saya yang langsung rusak akibat fenomena low voltage ini. Sama seperti Pak Sugiyanto, saya juga punya dua anak kecil yang masih sangat membutuhkan kipas itu agar bisa tidur," ungkap Nanang.

Dampak blackout rupanya tidak berhenti di area domestik rumah tangga, melainkan juga memukul urat nadi perekonomian usaha mikro.

Fery Rajagukguk, seorang penjual teh es gerobak di sudut jalanan Pekanbaru, meratapi lumpuhnya aktivitas perdagangan karena pasokan es batu di pasar lokal mendadak langka akibat mesin pembeku yang mati massal.

"Penjual es batu tidak beroperasi hari ini, imbasnya kami yang menggantungkan hidup dari jualan teh es gerobak ikut gulung tikar sementara. Kami sangat berharap ada evaluasi total dan perbaikan sistemik terhadap manajemen pembangkit PLN atas insiden fatal ini," tegas Fery.

Load More