- WFH ASN Pemprov Riau mendapat sorotan tajam dari anggota DPRD Provinsi.
- Anggota DPRD Riau menilai WFH setiap Jumat kurang tepat untuk menghemat BBM.
- Ia menduga WFH dapat dimanfaatkan sebagai celah libur dari Jumat hingga Minggu.
SuaraRiau.id - Kebijakan Pemerintah pusat perihal Work From Home (WFH) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk jajaran Pemprov Riau menuai sorotan wakil rakyat.
Anggota DPRD Riau Andi Dharma Taufik menilai WFH ASN tersebut kurang tepat untuk menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Kalau WFH hari Jumat rasanya kurang pas dan berpotensi mengganggu pelayanan publik. Seharusnya yang diatur adalah penggunaan kendaraan bukan membuat (ASN) bekerja di rumah," katanya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (7/4/2026).
Andi mengungkapkan, hal ini justru membuat potensi terganggunya pelayanan publik. Apalagi, belum ada kajian yang mendalam apakah WFH ini benar-benar dapat menghemat BBM atau tidak.
Menurutnya, WFH di hari Jumat akan dibarengi dengan libur di hari Sabtu dan Minggu. Ia menyoroti asumsi publik yang menduga WFH dapat dimanfaatkan sebagai celah untuk libur panjang dari Jumat hingga Minggu.
"Ada yang berasumsi Jumat-Minggu libur panjang. Padahal kita harus fokus pada penggunaan kendaraan dengan BBM. Jangan sampai kebijakan ini justru mengorbankan pelayanan publik," tegas Andi.
Wacana penerapan WFH di DPRD Riau
Sementara di kesempatan lain, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau, Imustiar belum ada pembahasan terkait penerapan WFH bagi anggota dewan.
"Kalau di DPRD Riau setahu saya belum ada pembahasan khusus tentang ini. Namun informasinya di eksekutif Pemprov Riau sudah menyiapkan langkah-langkah teknisnya," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Imustiar menjelaskan, jika nantinya WFH diterapkan di DPRD Riau, maka harus disesuaikan dengan kebutuhan kerja dan tanggung jawab yang diemban para pegawai.
"Harus disesuaikan dengan kebutuhan kerja dan tidak mengurangi produktivitas maupun tanggung jawab para pegawai," jelasnya.
Pihaknya sendiri mendukung kebijakan WFH untuk melakukan efisiensi penggunaan energi di tengah krisis global.
Kebijakan WFH merupakan langkah yang relevan di tengah kebutuhan penghematan anggaran dan optimalisasi kinerja aparatur.
"Kita dukung langkah kebijakan pemerintah berkaitan dengan WFH ini, apalagi tujuannya untuk efisiensi. Harapan kita, walaupun ada kebijakan ini, pelayanan tetap berjalan dengan baik. Jangan sampai masyarakat dirugikan," terang Imustiar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
Terkini
-
Sumatera Mati Lampu Berjam-jam, Warga Pekanbaru Tanyakan Kompensasi ke PLN
-
6 Fakta Blackout Massal yang Melumpuhkan Riau Hingga Aceh
-
Listrik di Riau Nyala Kembali usai Padam Total selama 3 Jam
-
SAMADE Riau Kritik Wacana Monopoli Badan Ekspor: Bebani Petani Sawit
-
Blackout Sumatera Lumpuhkan Riau, Sinyal Hilang hingga Ganggu Persiapan Ujian Siswa SD