- Pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik massal total yang melumpuhkan aktivitas warga pada Jumat, 22 Mei 2026 malam.
- Gangguan kelistrikan tersebut menyebabkan hilangnya jaringan telekomunikasi dan menghambat kegiatan belajar siswa menjelang ujian nasional di Riau.
- PT PLN telah mengerahkan tim teknis untuk memeriksa sistem interkoneksi Sumatera guna memulihkan aliran listrik secara bertahap.
SuaraRiau.id - Pulau Sumatera mengalami kelumpuhan total pada Jumat (22/5/2026) malam menyusul insiden pemadaman listrik massal (blackout).
Wilayah yang membentang luas mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, hingga Jambi mendadak gelap gulita, mengubah aktivitas perkotaan yang sibuk menjadi senyap seketika.
Di Provinsi Riau, dampak pemadaman yang dimulai sejak pukul 18.44 WIB ini memicu kepanikan warga. Hal ini dikarenakan blackout tidak hanya mematikan aliran listrik ke rumah-rumah, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi secara sistemik.
Padamnya listrik disertai hilangnya sinyal seluler dan koneksi internet membuat jutaan warga di Riau merasa terisolasi.
Banyak warga di Pekanbaru yang terpaksa keluar rumah ke area terbuka hanya untuk mencari titik sinyal guna menghubungi kerabat atau sekadar mencari informasi.
"Sudah satu jam lebih listrik padam total, dan yang paling menyebalkan, jaringan internet juga ikut-ikutan hilang. Kami benar-benar mati gaya dan kesulitan berkomunikasi," keluh Dika, warga Pekanbaru, Jumat malam.
Dampak yang paling memprihatinkan dirasakan oleh para orang tua yang anaknya sedang bersiap menghadapi ujian nasional tingkat Sekolah Dasar (SD). Kurangnya kepastian dari pihak otoritas membuat proses belajar terhambat di saat-saat krusial.
Abdul Hadi, warga Pekanbaru lainnya, mengungkapkan kegelisahannya karena sang anak terpaksa belajar di bawah temaram lampu darurat dan senter. Padahal, hari Sabtu besok adalah penentu ujian terakhir mereka.
"PLN tidak bisa memberikan kepastian kapan listrik akan menyala lagi. Anak-anak kami terganggu belajarnya. Jika hanya mengandalkan lampu senter, baterainya juga terbatas. Ini sangat merugikan masa depan anak-anak," ujar Hadi dengan nada kecewa.
Baca Juga: 34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja dalam Job Fair 2026 di Pekanbaru
Merespons krisis ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau menyatakan telah menerjunkan tim teknis terbaik ke titik-titik gangguan transmisi.
Manajer Komunikasi PLN UID Riau dan Kepri, I Komang Gede Sastrawan, menjelaskan bahwa petugas sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem interkoneksi Sumatera untuk menelusuri penyebab utama kegagalan daya ini.
"Petugas kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri secara detail apa yang menjadi penyebab utama gangguan besar ini," ungkap Komang dalam rilis resminya.
Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan di Pulau Sumatera dan berkomitmen untuk mempercepat proses sinkronisasi sistem agar listrik dapat segera pulih secara bertahap.
Berita Terkait
-
34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja dalam Job Fair 2026 di Pekanbaru
-
Bukan di Hotel, Duit Rp300 Juta Diserahkan di Rumah SF Hariyanto
-
Avanza Tabrak Pembatas Tol Pekanbaru-Dumai: 2 Penumpang Tewas, Tujuh Terluka
-
Terungkap SF Hariyanto Minta Uang untuk Perbaiki Rumah Dinas Kapolda Riau
-
Tak Ada Arahan Langsung dari Abdul Wahid, Nama SF Hariyanto Kembali Disebut
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Kecelakaan Bus Pelangi vs Truk, Balita dan Lansia Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai
-
PSPS Pekanbaru Rombak Besar-besaran Skuad Jelang Liga 2 Musim 2026-2027
-
Warga Antre Berjam-jam di SPBU Pekanbaru Kembali Terjadi, BBM Langka?
-
'Kepala Dihempas ke Lantai', Dugaan Penganiayaan Kader PMII Riau di Kantor Polisi
-
Kasus Suap Bupati Kuansing, Sejumlah Lokasi Digeledah KPK