Andi Ahmad S | Eko Faizin
Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:55 WIB
Suasana gelap gulita lampu padam di salah perumahan di Pekanbaru, Jumat (22/5/2026) malam. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik massal total yang melumpuhkan aktivitas warga pada Jumat, 22 Mei 2026 malam.
  • Gangguan kelistrikan tersebut menyebabkan hilangnya jaringan telekomunikasi dan menghambat kegiatan belajar siswa menjelang ujian nasional di Riau.
  • PT PLN telah mengerahkan tim teknis untuk memeriksa sistem interkoneksi Sumatera guna memulihkan aliran listrik secara bertahap.

SuaraRiau.id - Pulau Sumatera mengalami kelumpuhan total pada Jumat (22/5/2026) malam menyusul insiden pemadaman listrik massal (blackout).

Wilayah yang membentang luas mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, hingga Jambi mendadak gelap gulita, mengubah aktivitas perkotaan yang sibuk menjadi senyap seketika.

Di Provinsi Riau, dampak pemadaman yang dimulai sejak pukul 18.44 WIB ini memicu kepanikan warga. Hal ini dikarenakan blackout tidak hanya mematikan aliran listrik ke rumah-rumah, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi secara sistemik.

Padamnya listrik disertai hilangnya sinyal seluler dan koneksi internet membuat jutaan warga di Riau merasa terisolasi.

Banyak warga di Pekanbaru yang terpaksa keluar rumah ke area terbuka hanya untuk mencari titik sinyal guna menghubungi kerabat atau sekadar mencari informasi.

"Sudah satu jam lebih listrik padam total, dan yang paling menyebalkan, jaringan internet juga ikut-ikutan hilang. Kami benar-benar mati gaya dan kesulitan berkomunikasi," keluh Dika, warga Pekanbaru, Jumat malam.

Dampak yang paling memprihatinkan dirasakan oleh para orang tua yang anaknya sedang bersiap menghadapi ujian nasional tingkat Sekolah Dasar (SD). Kurangnya kepastian dari pihak otoritas membuat proses belajar terhambat di saat-saat krusial.

Abdul Hadi, warga Pekanbaru lainnya, mengungkapkan kegelisahannya karena sang anak terpaksa belajar di bawah temaram lampu darurat dan senter. Padahal, hari Sabtu besok adalah penentu ujian terakhir mereka.

"PLN tidak bisa memberikan kepastian kapan listrik akan menyala lagi. Anak-anak kami terganggu belajarnya. Jika hanya mengandalkan lampu senter, baterainya juga terbatas. Ini sangat merugikan masa depan anak-anak," ujar Hadi dengan nada kecewa.

Baca Juga: 34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja dalam Job Fair 2026 di Pekanbaru

Merespons krisis ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau menyatakan telah menerjunkan tim teknis terbaik ke titik-titik gangguan transmisi.

Manajer Komunikasi PLN UID Riau dan Kepri, I Komang Gede Sastrawan, menjelaskan bahwa petugas sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem interkoneksi Sumatera untuk menelusuri penyebab utama kegagalan daya ini.

"Petugas kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri secara detail apa yang menjadi penyebab utama gangguan besar ini," ungkap Komang dalam rilis resminya.

Pihak PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami seluruh pelanggan di Pulau Sumatera dan berkomitmen untuk mempercepat proses sinkronisasi sistem agar listrik dapat segera pulih secara bertahap.

Load More