- Pemadaman listrik massal melanda lima provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, dan Jambi pada 22 Mei 2026.
- Insiden yang terjadi pada pukul 18.44 WIB ini menyebabkan kelumpuhan aktivitas ekonomi, gangguan koneksi internet, serta menghambat persiapan ujian sekolah siswa.
- PLN saat ini tengah menginvestigasi kerusakan sistem interkoneksi utama dan melakukan proses sinkronisasi jaringan untuk memulihkan pasokan listrik ke seluruh pelanggan.
SuaraRiau.id - Jutaan warga di Pulau Sumatera terpaksa menghabiskan Jumat malam (22/5/2026) dalam kegelapan total. Insiden pemadaman listrik massal atau blackout berskala besar dilaporkan melanda lima provinsi sekaligus, memicu kelumpuhan aktivitas ekonomi dan sosial.
Berikut adalah 6 fakta penting di balik insiden blackout Sumatera yang perlu Anda ketahui:
1. Melanda Lima Provinsi Sekaligus
Bukan sekadar pemadaman lokal, gangguan ini bersifat sistemik dan meluas. Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, hingga Jambi.
Kota-kota besar di wilayah tersebut mendadak sunyi dan gelap gulita tepat saat memasuki waktu istirahat warga.
2. Terjadi di Waktu Sibuk (Prime Time)
Gangguan mulai terdeteksi sejak pukul 18.44 WIB. Waktu ini merupakan jam sibuk di mana masyarakat baru saja tiba di rumah, melakukan ibadah Magrib, dan para pelajar tengah bersiap mengulang pelajaran. Kondisi yang mendadak gelap memicu kepanikan massal di kawasan pemukiman padat penduduk.
3. Sinyal Seluler dan Internet Ikut Lumpuh
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di Provinsi Riau. Warga mengeluhkan hilangnya sinyal seluler dan koneksi internet sesaat setelah listrik padam. Hal ini membuat jutaan orang merasa terisolasi secara digital.
Baca Juga: Listrik di Riau Nyala Kembali usai Padam Total selama 3 Jam
"Kami benar-benar mati gaya dan kesulitan berkomunikasi karena internet ikut hilang," keluh Dika, seorang warga di Pekanbaru.
4. Menghambat Persiapan Ujian Nasional Siswa SD
Insiden ini menjadi mimpi buruk bagi para orang tua. Pasalnya, hari Sabtu merupakan jadwal penentu ujian terakhir bagi siswa Sekolah Dasar (SD). Banyak anak terpaksa belajar di bawah cahaya lampu darurat dan senter yang terbatas.
Abdul Hadi, warga Pekanbaru, menyatakan kekecewaannya karena ketidakpastian PLN dapat merugikan fokus belajar dan masa depan anak-anak.
5. Investigasi pada Sistem Interkoneksi Sumatera
Manajer Komunikasi PLN UID Riau dan Kepri, I Komang Gede Sastrawan, mengonfirmasi bahwa gangguan berasal dari sistem utama. Saat ini, tim teknis terbaik PLN tengah menelusuri kerusakan pada jaringan transmisi dan sistem interkoneksi yang menghubungkan wilayah-wilayah di Sumatera.
Berita Terkait
-
Listrik di Riau Nyala Kembali usai Padam Total selama 3 Jam
-
SAMADE Riau Kritik Wacana Monopoli Badan Ekspor: Bebani Petani Sawit
-
Blackout Sumatera Lumpuhkan Riau, Sinyal Hilang hingga Ganggu Persiapan Ujian Siswa SD
-
34 Perusahaan Buka Lowongan Kerja dalam Job Fair 2026 di Pekanbaru
-
Bukan di Hotel, Duit Rp300 Juta Diserahkan di Rumah SF Hariyanto
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Pemprov Riau Segera Beri Bantuan Rumah, Plus Subsidi Listrik dan Modal Usaha
-
Kecelakaan Bus Pelangi vs Truk, Balita dan Lansia Tewas di Tol Pekanbaru-Dumai
-
PSPS Pekanbaru Rombak Besar-besaran Skuad Jelang Liga 2 Musim 2026-2027
-
Warga Antre Berjam-jam di SPBU Pekanbaru Kembali Terjadi, BBM Langka?
-
'Kepala Dihempas ke Lantai', Dugaan Penganiayaan Kader PMII Riau di Kantor Polisi