- Plt Gubernur Riau SF Hariyanto resmi menetapkan WFH ASN Pemprov Riau.
- Para ASN Pemprov Riau menjalankan WFH setiap Jumat mulai 3 April 2026.
- Program ini merupakan tindaklanjut pemerintah pusat mendukung efisiensi.
SuaraRiau.id - Pemprov Riau resmi memberlakukan Work From Home (WFH) untuk satu hari kerja dalam satu minggu yaitu setiap hari Jumat mulai 3 April 2026.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Budi Fakhri menyatakan Surat edaran (SE) WFH aparatur sipil negara (ASN) itu ditandatangani Plt Gubernur Riau SF Hariyanto pada Jumat (3/4/2026).
"Sudah diteken Plt Gubri kemarin. Dan Pemprov Riau menetapkan Jumat sebagai WFH," katanya, Sabtu (4/4/2026).
SE yang ditujukan kepada Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Riau memuat ketentuan pelaksanaan transformasi budaya kerja ASN Pemprov Riau.
Sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyebutkan program ini merupakan tindaklanjut arahan pemerintah pusat dalam mendukung langkah efisiensi energi di tengah tekanan global.
"Tekanan global saat ini berdampak pada harga minyak. Yang patokan sebelumnya 70 dollar per barel, sekarang sudah di atas 100. Jadi kita harus waspada dan melakukan antisipasi, mengencangkan ikat pinggang," ujarnya.
Dikatakannya, pada saat WFH diberlakukan, kendaraan dinas milik Pemprov Riau tidak boleh dipergunakan dan harus diamankan di rumah penanggungjawab kendaraan.
"Saat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat, namun kemungkinan akan diberlakukan hari Jumat. Jadi untuk Jumat, Sabtu dan Minggu, kendaraan dinas tidak boleh dipergunakan. Harus di-standbykan di rumah," katanya.
Kemudian, untuk menghemat penggunaan listrik, Plt Gubri meminta ac dan lampu di kantor OPD pada Jumat-Minggu dapat dimatikan.
"Listrik dan AC itu matikan saja pada Jumat-Minggu. Senin-Kamis, tidak usah menghidupkan ac di pagi hari. Buka saja jendelanya, kalau sudah siang baru hidupkan ac," terangnya.
Meskipun WFH nantinya telah diberlakukan, SF Hariyanto menekankan kinerja pegawai Pemprov Riau tidak berkurang.
"Tetap kerja, jadi nanti hari Jumat itu, kerjanya melalui zoom saja. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap jalan," tegas SF Hariyanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Pamer Tuak di Pacu Jalur, TikToker asal Sumut Akhirnya Minta Maaf
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
3 Oknum Polsek Rupat Utara Terbukti Bersalah Diminta Pindah ke Luar Riau
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan