- Pemadaman listrik terjadi di Pulau Sumatera, Jumat (22/5/2026) malam.
- Kota Pekanbaru termasuk wilayah yang terdampak pemadaman tersebut.
- Warga Pekanbaru menanyakan apakah PLN memberikan kompensasi.
SuaraRiau.id - Selama kurang lebih 3 jam, Kota Pekanbaru gelap gulita akibat pemadaman total listrik PLN, Jumat (22/5/2026) malam.
Ternyata tak hanya Ibu Kota Provinsi Riau, hampir seluruh Pulau Sumatera mengalami hal yang sama, mati listrik massal (blackout).
Seorang warga Pekanbaru, Adha Nuraya mengeluhkan pemadaman listrik serentak ini karena menyebabkan aktivitasnya terganggu.
"Mengganggu pekerjaan, terpaksa proses ngetik (di komputer) menunggu listrik menyala," katanya.
Dia juga khawatir alat elektroniknya rusak lantaran listrik sempat mengalami nyala-padam beberapa kali.
Adha mengalami kepanikan dengan padamnya listrik selama berjam-jam. Ditambah lagi, udara Pekanbaru yang belakangan ini panas membuat tidak nyaman.
Lebih lanjut, ia menyinggung soal kompensasi kepada warga terdampak pemadaman listrik tersebut.
"Apakah PLN mau ganti rugi? Karena secara ekonomi juga terganggu dengan padamnya listrik ini," ucap Adha.
Pemadaman total ini juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi. Sinyal seluler dan koneksi internet yang mendadak hilang.
"Sudah satu jam lebih listrik padam total, dan yang paling menyebalkan, jaringan internet juga ikut-ikutan hilang," ungkap warga lain bernama Dika.
Sementara Abdul Hadi, seorang ayah yang anaknya sedangmenghadapi ujian nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) mengeluhkan sang buah hati kesulitan belajar karena gelap.
"Anak-anak kami terganggu belajarnya. Kalau hanya mengandalkan lampu senter, baterainya juga ada batasnya," ujarnya dengan nada kecewa.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau mengonfirmasi bahwa gangguan sistem kelistrikan utama ini mulai terjadi sejak pukul 18.44 WIB dan langsung berdampak luas ke berbagai sektor strategis.
Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri, I Komang Gede Sastrawan, menyatakan bahwa tim teknis terbaik PLN telah diterjunkan ke lapangan.
"Saat ini petugas kami sedang melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan kelistrikan, sekaligus menelusuri secara detail apa yang menjadi penyebab utama gangguan besar ini," ujarnya dalam rilis yang diterima.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Kabut Asap Belum Reda, Siswa Pekanbaru Masih Belajar dari Rumah
-
Pelalawan Naik Status, Jadi Tanggap Darurat Bencana Karhutla
-
Karhutla di Riau Berulang, WALHI Singgung Penegakan Hukum ke Korporasi Lemah
-
Kasus ISPA di Riau Jadi Sorotan Imbas Asap, Ibu Hamil dan Bayi Dapat Perhatian
-
Prabowo ke Riau Cuma Pindah Rapat, Jikalahari: Harusnya Berempati atas Asap Karhutla