Scroll untuk membaca artikel
Eko Faizin
Senin, 20 Desember 2021 | 10:14 WIB
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi saat mengunjungi pelaksanaan vaksinasi Covid-19. [Ist]

Belum cukup itu saja, ia juga melakukan evaluasi terhadap capaian vaksinasi harian dilakukan masing-masing Kapolsek. Hasilnya, pada 12 Desember 2021, Kecamatan Teluk Belengkong, Indragiri Hilir, menjadi daerah terendah capaian vaksinasinya. Kapolsek, tegasnya, diberi sanksi mutasi jabatan.

Tak hanya itu, juga dilakukan pembagian kerja, Kapolres dengan Kapolsek bertugas menyediakan vaksin serta tempat penyelenggaraan. Sedangkan para kanit, Bhabinkamtibmas serta seluruh personel bahu-membahu mengerahkan masyarakat untuk vaksin dengan menjemput dan mengantar pulang.

“Dengan upaya ini, sasaran vaksinasi jelas dan terukur. Saya juga membentuk 10 Tim Akselerasi percepatan vaksinasi dari Direktorat Operasional serta Brimob Polda Riau,” jelasnya.

Agung Setya mengatakan, juga dikerahkan tambahan vaksinator dan operator PCare sebanyak 60 orang, anggota bertugas memobilisasi masyarakat akan divaksin 200 anggota serta menyerahkan bantuan penguat sinyal guna memperlancar laporan dan input data warga sudah divaksin dengan menggunakan aplikasi PCare.

“Saya juga menargetkan setiap polres setiap hari harus mencapai target vaksinasi 6.900 dosis. Sedangkan target Tim Akselerasi saya bentuk sebanyak 10 ribu dosis,” jelasnya.

Tak hanya itu, jelas ayah tiga orang anak ini, setiap hari dilakukan analisis dan evaluasi mulai 7 hingga 19 Desember 2021 dengan rata-rata per hari 90 ribu dan tertinggi di angka 98.442 dosis. Hasilnya, Polda Riau terbaik dengan tren peningkatan vaksinasi tertinggi se-Indonesia.

Sayangnya, ujar Agung, capaian vaksinasi dilakukan Polda Riau sudah melebihi dari hitungan tercantum di dashboard vaksinasi Kemenkes, terjadi ketidaksesuaian.

Penyebabnya, antara data dimasukkan oleh P Care ke sistem pelaporan Kemenkes terdapat selisih penghitungan yang belum terinput ke data Kemenkes.

“Ini menjadi masalah kenapa hingga sekarang persentase vaksinasi di Riau masih di bawah 70 persen. Padahal, rata-rata harian sudah di atas 90 ribu dosis,” ungkapnya.

Solusinya, jelas Agung, ia telah memerintahkan kepada semua Kapolres dan Kapolresta untuk melakukan verifikasi data dengan membandingkan data catatan manual bersama dashboard Kemenkes dan diverifikasi dengan sisa vaksin tersedia.

Load More