- PNM bersama Menteri UMKM mengunjungi Pulau Rinca di Manggarai Barat, NTT.
- Daerah tersebut mempunyai potensi ekonomi lokal berbasis pesisir dan pariwisata.
- Agenda itu dibuat untuk mendorong UMKM dan memperkuat ekonomi kerakyatan.
SuaraRiau.id - Desa Pasir Panjang Pulau Rinca di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sekitar 70 persen masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
Daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pesisir dan pariwisata.
Potensi ini menjadi perhatian pemerintah dan berbagai pihak untuk terus didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendekatan pemberdayaan, Permodalan Nasional Madani (PNM) hadir mendampingi masyarakat pesisir, khususnya perempuan prasejahtera, dalam mengembangkan usaha ultra mikro.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman melakukan kunjungan kerja ke Pulau Rinca untuk menyapa masyarakat serta meninjau langsung program pemberdayaan yang dijalankan PNM, pada Rabu (29/4/2026).
Agenda Menteri Maman tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM dan memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah tersebut.
"Alhamdulillah rangkaian kegiatan kami di NTT bersama Pak Gubernur NTT dan PNM berjalan baik, termasuk mendorong peningkatan alokasi dana KUR untuk masyarakat," kata Maman.
Dalam kunjungan bareng Menteri UMKM, PNM bersama pemerintah daerah menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat.
Acara diawali dengan Pelatihan Mba Maya (Membina dan Memberdaya) yang secara khusus diberikan kepada ibu-ibu nasabah PNM Mekaar untuk meningkatkan literasi keuangan, kemampuan pengelolaan usaha, hingga kualitas produksi.
"Kami juga berkunjung ke Desa Pasir Panjang, Kepulauan Rinca, untuk berdialog langsung dengan ibu-ibu nasabah binaan PNM. Mereka menyampaikan bahwa program Mekaar sangat membantu perekonomian dan kebutuhan sehari-hari, dan ke depan diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari PNM," sebut Maman.
Selain itu, PNM juga menghadirkan Ruang Pintar PNM yang berkolaborasi dengan Pojok Baca Rinca sebagai sarana edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat pesisir.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen PNM tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan.
Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong UMKM berbasis potensi lokal, termasuk sektor pariwisata di Pulau Rinca.
Melalui kegiatan ini, PNM berharap pemberdayaan yang dilakukan dapat terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir, khususnya perempuan, serta membuka peluang usaha yang lebih luas berbasis potensi lokal dan pariwisata.
PNM juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pemberdayaan yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare