- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan kebakaran hutan di Pelalawan, Riau, sudah padam pada Jumat, 29 Agustus 2026.
- Kualitas udara di enam kabupaten dan kota di Riau berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap karhutla.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendeteksi sebanyak 265 titik panas di berbagai wilayah Provinsi Riau.
SuaraRiau.id - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juni Antoni menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus mengecil.
Hal tersebut disampaikan politisi PSI tersebut usai dirinya meninjau lokasi karhutla di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Jumat (29/8/2026).
"Riau menempati urutan kedua dari bawah yang angkanya terus mengecil di atas Jambi karena wilayahnya cukup kecil. Di Riau konsentrasinya masih di Pelalawan Bengkalis Siak dan Indragiri," ujarnya dikutip dari Antara.
Sementara kata Raja Juli, secara nasional pusat karhutla masih berada Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.
Riau menurutnya menempati urutan kedua dari bawah di atas Jambi. Dia mengaku sudah mengecek karhutla di Kerumutan dan mengklaim apinya sudah padam.
"Suaka Margasatwa Kerumutan sudah dilihat ada sekat kanal seperti cincin semuanya sudah teratasi. Karena nature-nya adalah gambut harus ditangani dengan serius karena bisa jadi titik api lagi," jelas Raja Juli.
Akan tetapi, sebut dia, karena alaminya adalah gambut maka masih ada asap yang keluar dari beberapa titik sehingga proses pendinginan masih dilanjutkan.
Raja Juli juga menyampaikan bahwa pihaknya datang ke Provinsi Riau setelah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menhut mengaku ditugaskan apakah arahan presiden di Riau sudah dilaksanakan.
"Tadi sudah dicek bersama-sama apa yang menjadi arahan sudah dieksekusi dan dikerjakan oleh gubernur, Kapolda dan Pangdam," terang Raja Juli.
Dengan begitu, dikatakannya, Riau bisa menjadi teladan bagaimana kolaborasi lembaga dan instansi berjalan dengan baik sekali.
Kualitas Udara 6 Daerah pada Level Tidak Sehat
Di sisi lain, tingkat pencemaran udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah wilayah Provinsi Riau berada di kategori Tidak Sehat pada Sabtu (29/8/2026) pagi.
Dalam laman Kementerian Lingkungan Hidup, Sabtu (29/8/2026) pagi, ada 6 kabupaten/kota yang mengalami kualitas udara buruk selama kabut asap imbas karhutla.
Berdasarkan tingkat kualitas udara konsentrasi partikulat (PM2.5), Kabupaten Kampar tertinggi berada di level 175, disusul Pelalawan 163, Kota Pekanbaru 144, Rokan Hilir 132, Bengkalis 125 dan Siak 105.