- AJI Pekanbaru bersama GREEN Riau mengadakan workshop dan fellowship lingkungan untuk homeless media di Riau pada 8 Agustus 2026.
- Inisiatif GREEN for Riau oleh Pemprov Riau bertujuan memperkuat pengurangan emisi, restorasi ekosistem, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
- Kegiatan tersebut melibatkan media digital guna meningkatkan keterlibatan publik dalam mengatasi isu perubahan iklim dan deforestasi di Riau.
Dari hampir 9 juta hektare wilayah Riau, terdapat kawasan yang harus dijaga tutupan hutannya agar memenuhi standar dalam skema yang dikembangkan. Salah satu acuan yang digunakan adalah kondisi baseline periode 2016-2021.
Menurut Bambang, upaya menjaga tutupan hutan bukan hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga menyangkut peluang ekonomi.
Inisiatif GREEN for Riau diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan melalui aksi-aksi pengurangan emisi, peningkatan serapan karbon, restorasi ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Riau, Abdul Madian, mengatakan GREEN for Riau butuh peran homeless media, karena memiliki karakteristik berbeda dengan media konvensional.
Menurutnya, media berbasis digital dan media sosial saat ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk opini publik.
"Homeless media ini pengaruhnya cukup besar, setara media konvensional," katanya.
Dengan menjangkau dan memberi pemahanan utuh kepada Homeless Media dalam mengemas konten, maka pesan utuh akan kebutuhan Riau dalam menjaga alam akan semakin menjangkau masyarakat banyak.
Menurut Madian, tanpa keterlibatan masyarakat dan media, program lingkungan akan sulit mencapai target.
Salah satu isu lingkungan yang dirasakan masyarakat luas saat ini adalah dampak perubahan iklim.
Suhu udara di Riau yang sempat mencapai 36-37 derajat Celsius menjadi salah satu gambaran kondisi perubahan cuaca yang semakin ekstrem.
Di kawasan pesisir, sejumlah daerah seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Indragiri Hilir juga menghadapi persoalan berkurangnya daratan akibat perubahan kondisi lingkungan dan iklim.
"Pertanyaannya, apa yang harus kita lakukan? Ini salah satunya masuk dalam Inisiatif GREEN for Riau," ujarnya.
Menjawab pertanyaan inilah Homeless media diperlukan perannya dalam menyususn materi ringkas dalam konsep video, sehingga pesan menjaga lingkungan tetap utuh, tutupan hutan tidak terganggu akan tercapai.
Madian menilai peran media semakin penting karena informasi kini dikonsumsi dengan pola yang berbeda.
Karena itu, tantangannya bukan hanya bagaimana menyampaikan informasi yang benar, tetapi juga bagaimana membuat isu lingkungan menjadi menarik sehingga masyarakat mau menonton, memahami, dan kemudian ikut terlibat.