- Petugas gabungan mengevakuasi bangkai paus di Sungai Bahale, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Jumat, 25 September 2026.
- Tim teknis mengukur dimensi fisik, mengambil sampel darah, dan memindahkan bangkai ke perairan Menteban untuk pengamanan.
- Hasil identifikasi sampel dan pengukuran morfometri oleh KKP akan menentukan spesies serta penyebab kematian satwa tersebut.
SuaraRiau.id - Bangkai paus yang terdampar di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir akhirnya dievakuasi petugas gabungan pada Jumat (25/9/2026).
Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Polres Indragiri Hilir, TNI, serta pemerintah mengamankan paus mati tersebut dari bahaya pergeseran arus laut sekitar pukul 11.30 WIB.
Kapolsek Mandah Iptu Indra Jaya menyatakan bahwa personel kepolisian dikerahkan untuk membantu kelancaran evakuasi serta pengamanan di area perairan tersebut.
"Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim terkait akan menjadi dasar informasi lebih lanjut mengenai jenis serta kondisi hewan tersebut," katanya, Jumat (25/9/2026).
Petugas memindahkan lokasi bangkai satwa dari perairan Sungai Bhale menuju perairan Menteban. Tim teknis KKP juga mengukur dimensi fisik satwa dan mengambil sampel darah untuk uji laboratorium.
Guna memastikan posisi bangkai tidak kembali terseret arus air laut, petugas mengikatnya menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai.
Indra Jaya mengimbau masyarakat pesisir agar tidak mendekati atau melakukan tindakan mandiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut.
Hasil identifikasi sampel dan pengukuran morfometri oleh tim KKP nantinya akan menentukan spesies pasti serta perkiraan penyebab kematian satwa tersebut.
Pihaknya meminta warga menyerahkan seluruh proses penanganan dan peneltian kepada instansi yang berwenang.