Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan CT Scan, korban mengalami pendarahan pada otak serta patah tulang leher.

Eko Faizin
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:06 WIB
Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal usai Kelahi dengan Teman, Kencing Berwarna Hitam
Ilustrasi korban perkelahian. [Unsplash/Ari Spada]
Baca 10 detik
  • Siswa SMK berinisial MF di Pekanbaru meninggal dunia di rumah sakit akibat pendarahan otak setelah diduga berkelahi dengan temannya, B, pada Juli 2026.
  • Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau pada 18 Juli 2026 untuk menuntut proses hukum terhadap terduga pelaku.
  • Kuasa hukum keluarga meminta kepolisian mempercepat penyidikan karena korban telah dimakamkan dan dikhawatirkan menghambat pemeriksaan forensik lanjutan.

SuaraRiau.id - Kasus dugaan perkelahian antar dua siswa SMK yang menyebabkan salah satunya meninggal dunia terjadi di Kota Pekanbaru.

Korban berinisial MF (17) diduga terlibat duel dengan temannya berinisial B. Korban sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak enak badan pada 12 Juli 2026.

Pihak keluarga MF mendapati air kencing korban berwarna hitam. Khawatir dengan kondisi itu, keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan CT Scan, korban mengalami pendarahan pada otak serta patah tulang leher.

Sebelumnya, korban mengaku kepada pihak keluarga bahwa sebelum pulang ke rumah dirinya terlibat perkelahian dengan B. Dua hari setelah perawatan, korban meninggal di RSUD Arifin Ahmad, Pekanbaru.

Kuasa hukum keluarga korban, Lyanson TM Siagian mengatakan kedatangan pihak keluarga ke Polda Riau merupakan tindak lanjut atas laporan polisi yang telah dibuat.

Menurutnya, percepatan proses penyidikan diperlukan karena korban telah dimakamkan. Hal itu dikhawatirkan dapat menghambat proses pembuktian apabila nantinya diperlukan ekshumasi.

"Kami memohon perhatian dari pihak kepolisian, khususnya Direktorat Reskrimum, agar mempercepat proses pemeriksaan terhadap pelaku maupun saksi-saksi. Korban sudah dimakamkan. Apabila nantinya diperlukan ekshumasi, kami khawatir proses pembusukan jenazah akan menjadi kendala bagi pemeriksaan forensik," ujarnya dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Rabu (22/7/2026).

Pihak keluarga membuat laporan polisi ke Polda Riau pada 18 Juli 2026.

Lyanson menyebut, pihak keluarga terduga pelaku sempat berupaya mengajak berdamai. Namun, keluarga korban belum memberikan keputusan terkait tawaran tersebut.

"Keluarga pelaku berupaya meminta berdamai, tapi kita belum bisa memberikan jawaban karena kita lihat juga itikadnya memakai perantara," katanya.

Lyanson menegaskan, terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban.

"Terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban," ujarnya.

Pihak keluarga korban berharap Polda Riau segera mengusut perkara tersebut dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku maupun pihak-pihak yang mengetahui kejadian.

"Kami meminta kepada Polda Riau untuk segera mengusut perkara ini dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan pihak korban," tegas Lyanson.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini