Manggala Agni Terus Padamkan Karhutla Seluas 20 Hektare di Kandis Siak

Tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman darat.

Eko Faizin
Kamis, 28 Mei 2026 | 10:43 WIB
Manggala Agni Terus Padamkan Karhutla Seluas 20 Hektare di Kandis Siak
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Siak. [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman karhutla di wilayah Riau.
  • Kebakaran lahan di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak mencapai 20 hektare.
  • Sementara Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir 8 hektare.

SuaraRiau.id - Tim Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak dan Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (27/5/2026).

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menyampaikan estimasi awal luas lahan terbakar di Kandis mencapai 20 hektare. Seluruh area yang terbakar berada di lahan gambut milik masyarakat.

"Estimasi luasan awal untuk yang Pasir Limau Kapas 8 hektare. Ini masih estimasi awal," ungkapnya, Rabu (27/5/2026) malam.

Ferdian menjelaskan pemadaman di Pasir Limau Kapas dilakukan oleh Tim Manggala Agni Daops III Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, sedangkan di Kandis oleh Manggala Agni Daops IV Pekanbaru.

"Untuk lokasi Pasir Limau Kapas, kondisi hingga sore tadi masih terdapat asap tipis dan pemadaman akan dilanjutkan kembali besok pagi," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebakaran di Pasir Limau Kapas terjadi di lahan gambut yang merupakan kebun masyarakat dengan estimasi luas terbakar sementara mencapai sekitar delapan hektare.

Sementara itu, kondisi kebakaran di Kandis, Kabupaten Siak, hingga sore hari masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman darat yang turut dibantu operasi water bombing dari satgas udara.

"Pelaksanaan pemadaman di Kandis dilakukan dengan strategi penyekatan kepala api agar kebakaran tidak meluas ke area lain," jelasnya.

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan saat ini adalah cuaca panas ekstrem yang menyebabkan proses pemadaman cukup berat.

Meski demikian, sumber air untuk kebutuhan pemadaman masih tersedia walaupun debitnya mulai berkurang.

"Kondisi di lapangan sangat panas. Air masih tersedia, tetapi mulai terus berkurang sehingga personel harus memaksimalkan sumber air yang ada," tegas Ferdian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini