Siswa SMK di Pekanbaru Ngaku Dikeroyok Senior, Kena Bully hingga Pemalakan

Pengacara meminta pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dan menindak para pelaku.

Eko Faizin
Rabu, 27 Mei 2026 | 11:41 WIB
Siswa SMK di Pekanbaru Ngaku Dikeroyok Senior, Kena Bully hingga Pemalakan
Ilustrasi bullying dan pengeroyokan. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Seorang siswa SMK di Pekanbaru mengaku mendapat kekerasan dari seniornya.
  • Korban dikeroyok, mendapat perundungan dan pemalakan belasan kakak kelas.
  • Kuasa hukum korban meminta Polresta Pekanbaru untuk menindak para pelaku.

SuaraRiau.id - Kasus pengeroyokan dan perundungan (bullying) terjadi di SMK Pertanian Riau. Dua korban didampingi orangtua mendatangi Polresta Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan, Selasa (26/5/2026).

Peristiwa pengeroyokan itu disebut terjadi pada malam hari di asrama sekolah. Korban diduga dikeroyok oleh belasan kakak kelas tanpa alasan yang jelas.

Kuasa hukum korban, Syahrul SH menyatakan pihaknya meminta kepastian hukum atas laporan yang telah dilayangkan sejak 2 Maret 2026 lalu.

"Laporan kami terkait dugaan kekerasan atau bullying yang dilakukan kawan-kawan sesama asrama di SMK Pertanian Pekanbaru. Hari ini kami menindaklanjuti dan meminta kepastian hukum terhadap perkara ini," ujar Syahrul melansir Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (26/5/2026).

Pengacara meminta pihak kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut dan menindak para pelaku.

"Kami berharap atensi dari Kapolresta, Kasat Reskrim dan Unit PPA agar laporan ini segera ditindaklanjuti. Jangan sampai kedua klien kami tidak mendapatkan keadilan," kata Syahrul.

Dia mengungkapkan, pascakejadian kedua korban masih menerima ancaman dan intimidasi. Bahkan, korban juga diduga kerap menjadi sasaran pemalakan oleh para pelaku.

Akibat kejadian tersebut, kondisi psikis korban disebut terganggu hingga merasa takut dan ingin keluar dari sekolah.

"Kami berharap Dinas Pendidikan Riau turut turun tangan agar persoalan ini bisa diselesaikan dan tidak terulang lagi," sebutnya.

Sementara itu, pengacara keluarga korban lainnya, Saurman Sitanggang SH menegaskan pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian yang dialami kedua siswa tersebut.

"Anak kami ini masih kelas dua SMK dan akan melaksanakan PKL. Namun kegiatan mereka terganggu. Kami minta sekolah menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak kami," ujarnya.

Saurman juga meminta Dinas Pendidikan Riau memberikan perhatian serius terhadap kasus dugaan bullying di lingkungan sekolah.

Terpisah, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru menindaklanjuti laporan dugaan kasus yang terjadi di SMK Pertanian Riau itu.

Kanit PPA Polresta Pekanbaru, Iptu Riska membenarkan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban.

"Masih tahap pemeriksaan," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini