Harga Sawit Anjlok saat Harga Pupuk Tinggi, Petani Siak: Hidup Benar-benar Tertekan

"Jadi kalau dihitung betul, dalam sebulan saya mendapatkan penghasilan bersih cuma Rp4 juta," sebutnya.

Eko Faizin
Selasa, 26 Mei 2026 | 15:42 WIB
Harga Sawit Anjlok saat Harga Pupuk Tinggi, Petani Siak: Hidup Benar-benar Tertekan
Ilustrasi petani sawit. [Suara.com/Tasmalinda]
Baca 10 detik
  • Harga kelapa sawit yang jatuh dikeluhkan para petani di Kabupaten Siak.
  • Harga TBS anjlok hingga level Rp2.000 per kilogramnya dalam sepekan terakhir.
  • Penghasilannya tak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga.

Penghasilan tersebut, digunakan kembali untuk biaya hidup sehari hari. Menurutnya nilai Rp4 juta tidak mencukupi membiayai kebutuhan hidup keluarga yang ditambah dengan biaya anak sekolah dan kuliah.

"Sekarang kebutuhan pokok mahal, artinya biaya hidup akan lebih tinggi, belum lagi harus mengirim untuk biaya anak kuliah. Tentunya ini akan semakin sulit," kata dia.

Rizky, warga Kecamatan Mempura juga mengeluhkan hal yang sama atas penurunan harga kelapa sawit beberapa hari terakhir ini.

Sebelumnya, harga TBS di Siak berada di kisaran Rp3.100 per kilogram, kini turun menjadi Rp1.950 hingga Rp2.100.

Kondisi ini tentunya menjadi keluhan para petani karena dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pupuk.

"Turunnya harga sawit sangat berdampak terhadap pendapatan petani di lapangan," kata Rizky.

Dia menyatakan, saat harga jual hasil panen turun, biaya perawatan kebun justru tetap tinggi bahkan cenderung naik.

"Sekarang harga sawit turun dari Rp3.000 jadi Rp2.000. Sementara harga pupuk masih sama, bahkan cenderung naik. Petani jelas berat," ujar Rizky.

Ia menilai kondisi tersebut membuat keuntungan petani semakin menipis. Banyak petani yang terpaksa mengurangi pembelian pupuk karena biaya operasional tidak lagi sebanding dengan hasil panen.

"Kalau kondisi bertahan seperti ini, bisa jadi kebun sawit milik kami setahun sekali baru dipupuk," sebut Rizky.

Fenomena naiknya biaya pupuk di tengah fluktuasi harga sawit juga menjadi perhatian di berbagai daerah sentra perkebunan sawit.

Rizky menyebutkan, harga pupuk non-subsidi mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

"Beberapa bulan terakhir harga pupuk naik gila-gilaan," keluhnya.

Rizky berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga sawit sekaligus mengendalikan harga pupuk agar sektor perkebunan rakyat tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang semakin tinggi.

"Semoga kondisi ini cepat berlalu, harga sawit stabil dan harga pupuk kembali turun," pintanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini