Sejarah Tangsi Belanda Siak, Kini Bagian Bangunannya Roboh Lukai Para Siswa

Lantas bagaimana sejarah Tangsi Belanda Siak?

Eko Faizin
Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:06 WIB
Sejarah Tangsi Belanda Siak, Kini Bagian Bangunannya Roboh Lukai Para Siswa
Tangsi Belanda di Siak. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Bagian bangunan Tangsi Belanda di Siak ambruk, Sabtu (31/1/2026) pagi.
  • Gedung cagar budaya ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda.
  • Tangsi Belanda terdiri dari penjara, asrama, kantor, gudang senjata, dan logistik.

SuaraRiau.id - Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak tengah menjadi sorotan lantaran bagian bangunan bersejarah tersebut ambruk pada Sabtu (31/1/2026) pagi.

Belasan korban dari rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk menjadi korban robohnya lantai dua gedung yang terbuat dari kayu.

Runtuhnya lantai dua Tangsi Belanda terjadi secara mendadak saat kegiatan penjelasan kegiatan studi tour berlangsung hingga mengakibatkan para peserta terjatuh dan tertimpa material bangunan.

Lantas bagaimana sejarah Tangsi Belanda Siak?

Gedung cagar budaya ini merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda itu berdiri pada abad ke-18, atau pada masa Sultan Siak ke-9, Sultan Asy-Syaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin.

Sultan Asy-Syaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin yang memerintah tahun 1827-1864.

Kompleks Tangsi Belanda berfungsi sebagai zona perlindungan dan pertahanan bagi tentara Belanda di masa lalu.

Dalam kompleks terdapat berbagai 6 bangunan yang membentuk formasi melingkar sehingga terdapat halaman di dalam dengan beragam fungsi seperti sebagai penjara, asrama, kantor, gudang senjata, dan logistik.

Bangunan I yang berada di sebelah timur merupakan bangunan 2 lantai, berukuran panjang 18 meter dan lebar 9,6 meter.

Lantai bawah terdiri dari bangunan sayap utara yang berfungsi sebagai ruang jaga, kantor dan ruang tahanan.

Pada bangunan sayap selatan terdapat empat ruangan yang dahulu pernah dipergunakan sebagai kamar mayat dan rumah sakit.

Sementara dua unit bangunan yang berada di belakang (bangunan II dan III), merupakan bangunan dua lantai yang sama bentuknya dan berukuran 155 x 11 meter.

Dahulunya, lantai bawah bangunan tersebut pernah difungsikan sebagai kantor, dan lantai atas diperuntukkan sebagai asrama dan tempat tinggal tentara Belanda.

Di sebelah ujung selatan halaman dalam terdapat sisa-sisa bangunan (bangunan IV).

Kemudian di sebelah utara bangunan utama terdapat bangunan bekas gudang senjata (bangunan V) berukuran 6.7 x 6 meter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini