Ledakan Pipa Gas di Indragiri Hulu Rusak 5 Rumah Warga Desa Tani Makmur

"Ledakan diduga disebabkan oleh kebocoran pipa gas," jelasnya, Sabtu (10/1/2026).

Eko Faizin
Minggu, 11 Januari 2026 | 06:22 WIB
Ledakan Pipa Gas di Indragiri Hulu Rusak 5 Rumah Warga Desa Tani Makmur
Ilustrasi ledakan pipa gas [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Pipa gas milik PT TGI meledak di Rengat Barat, Indragiri Hulu.
  • Dalam peristiwa ledakan pipa gas itu merusak lima rumah warga.
  • Sebelumnya, pipa perusahaan ini di Indragiri Hilir juga meledak.

SuaraRiau.id - Pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meledak pada Jumat (9/1/2026) dini hari.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan akibat ledakan pipa gas tersebut.

"Ledakan diduga disebabkan oleh kebocoran pipa gas," jelasnya, Sabtu (10/1/2026).

Fahrian mengungkapkan, ledakan pipa gas tidak menimbulkan kebakaran seperti kejadian serupa yang sebelumnya terjadi di Indragiri Hilir (Inhil), ketika kejadian, kondisi cuaca di lokasi sedang hujan.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi ada lima rumah warga mengalami kerusakan akibat kuatnya ledakan yakni Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil.

"Rumah milik Ahmad Hojali mengalami kerusakan cukup parah karena lokasinya sangat dekat dengan pipa gas," terang Fahrian.

Dia menyampaikan, pihak perusahaan langsung mengambil langkah cepat dengan menutup saluran gas di lokasi kejadian.

Selain itu, berdasarkan laporan petugas Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat yang turun ke lokasi, ledakan terdengar sangat kuat hingga material tanah hasil ledakan menimpa rumah warga.

"Kondisi setelah ledakan, tanah terlihat berlubang cukup besar dan dalam," kata Fahrian.

Saat ini, pihak PT TGI disebut tengah melakukan perbaikan serta berkoordinasi dengan warga terdampak untuk proses ganti rugi.

"Mereka juga duduk bersama warga yang rumahnya terdampak untuk membahas penyelesaian," tegas dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini