Pentingnya Pengawasan Sekolah dan Orangtua Terkait Kasus Bullying

Kebanyakan korban bullying enggan melaporkan kejadian yang mereka alami.

Eko Faizin
Rabu, 26 November 2025 | 15:28 WIB
Pentingnya Pengawasan Sekolah dan Orangtua Terkait Kasus Bullying
Ilustrasi - Pentingnya Pengawasan Sekolah dan Orangtua Terkait Kasus Bullying [pexels.com/Mikhail Nilov]
Baca 10 detik
  • Sekolah dan orangtua harus aktif dalam pencegahan perilaku bullying.
  • Hal tersebut menyusul dugaan perundungan berujung kematian bocah SD.
  • Semua pihak juga harus mendorong budaya melaporkan bullying dengan aman.

SuaraRiau.id - Kasus dugaan bullying (perundungan) menimpa bocah SD di Pekanbaru hingga berujung kematian menyita perhatian publik, khususnya masyarakat Riau.

Korban yang mengalami kelumpuhan diduga sebelumnya mendapat kekerasan oleh teman sekelasnya. Saat ini, keluarga korban sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menekankan pentingnya pengawasan di sekolah. Guru harus memiliki peran strategis dalam memantau dan membimbing siswa.

"Di sekolah yang paling penting, guru-guru tetap harus aware (peduli) lah ya," ujar Markarius dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Selasa (25/11/2025).

Markarius meminta guru agar dapat memahami karakter dan sifat masing-masing siswa. Dengan pemahaman ini, guru bisa mengetahui siswa yang cenderung jahil atau berpotensi melakukan bullying, sehingga dapat diberikan bimbingan atau pengawasan khusus.

"Bisa sering diajak bicara, dinasihati. Sehingga perilaku-perilaku (bullying) ini bisa kita antisipasi, dan tidak merugikan kawan-kawan yang lain. Sebetulnya kalau di sekolah itu tahu kok, misalnya yang sering jahil ini (siswanya) itu ketahuan," jelasnya.

Meski demikian, Markarius mengakui bullying juga kerap terjadi di luar jam belajar, seperti saat istirahat atau sepulang sekolah, atau ketika pengawasan guru terbatas.

Pentingnya Melaporkan Bullying

Kebanyakan korban bullying enggan melaporkan kejadian yang mereka alami karena takut atau malu. Oleh karena itu, sekolah perlu mendorong budaya melaporkan bullying dengan aman.

Sekolah harus berperan aktif dalam penanganan kasus tersebut agar siswanya merasa nyaman melapor tanpa takut akan balasan.

Tak hanya sekolah, pencegahan bullying menjadi tanggung jawab bersama, termasuk siswa lain dan orangtua.

Dengan mengedukasi diri dan orang lain tentang dampak buruk bullying, melaporkan setiap kejadian, serta memastikan adanya aturan yang tegas, bisa membantu mengurangi angka bullying di sekolah.

Lebih dari itu, dengan menanamkan rasa empati dan menghargai perbedaan sejak dini, kita bisa membangun generasi muda yang lebih peduli dan saling mendukung.

Mari jadikan sekolah sebagai tempat di mana setiap siswa merasa aman untuk berkembang, berprestasi, dan meraih masa depan yang cerah tanpa rasa takut.

Melansir laman Kemendikdasmen, upaya pencegahan bullying memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga orangtua.

Adapun beberapa strategi pencegahan yang bisa dilakukan, sebagai berikut:

1. Pengawasan yang Lebih Ketat di Sekolah

Guru dan staf sekolah perlu memberikan perhatian lebih pada interaksi antar siswa, terutama di tempat-tempat seperti kantin, toilet, dan lapangan. Pengawasan ini bisa mencegah terjadinya bullying fisik dan verbal.

2. Edukasi tentang Bullying

Semua siswa harus diberikan pemahaman tentang apa itu bullying, jenis-jenisnya, dan dampak buruknya. Pengetahuan ini penting agar mereka dapat mengenali dan menghindari perilaku bullying.

3. Membangun Empati dan Kesadaran Sosial

Sekolah dapat mengadakan program yang mendidik siswa tentang pentingnya menghormati orang lain. Melatih empati bisa membantu siswa memahami perasaan orang lain dan mengurangi keinginan untuk melakukan bullying.

4. Penguatan Aturan dan Sanksi

Sekolah harus memiliki aturan yang jelas tentang bullying dan menerapkan sanksi tegas bagi pelaku. Dengan aturan yang tegas, siswa akan berpikir dua kali sebelum melakukan bullying.

5. Pendekatan Terpadu

Pencegahan bullying memerlukan pendekatan dari berbagai aspek. Selain guru dan staf sekolah, peran orang tua sangat penting. Orang tua harus aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka tentang perasaan dan pengalaman mereka di sekolah.

6. Dukungan Psikologis untuk Korban

Korban bullying perlu mendapatkan bantuan dari guru bimbingan konseling atau psikolog sekolah. Dengan dukungan ini, mereka bisa mengatasi trauma dan mendapatkan kembali kepercayaan diri mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini