Survei Terbaru Pemilu 2024: Ini Alasan Gerindra Bisa Geser Posisi PDI Perjuangan

Selain Gerindra dan Golkar, partai-partai anggota koalisi pengusung Prabowo-Gibran lainnya juga naik tipis

Tasmalinda
Sabtu, 23 Desember 2023 | 20:57 WIB
Survei Terbaru Pemilu 2024: Ini Alasan Gerindra Bisa Geser Posisi PDI Perjuangan
Capres Prabowo dalam debat Cawapres, Jumat (22/12/2023). (Istimewa)

SuaraRiau.id - Menghadapi Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024, survei politik kian dinamis dengan memperlihatkan adanya peluang Partai Gerindra akan menggeser PDI Perjuangan.

Temuan survei Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan Gerindra unggul dengan elektabilitas mencapai 19,0 persen. Pencapaian ini berpeluang menggeser posisi PDI Perjuangan pada Pemilu 2024.

Prabowo-Gibran dalam gelaran Pilpres 2024 memberi efek elektoral bagi Gerindra sebagai partai pengusung utamanya.

 "Gerindra diprediksi bakal menggeser dominasi PDI Perjuangan dalam pemilu anggota legislatif, berarti PDI Perjuangan batal mencetak hattrick," ungkap peneliti senior CPCS Hatta Binhudi dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga:343 Pengguna Narkoba di Riau Direhabilitasi

 Elektabilitas PDI Perjuangan sebesar 16,7 persen, menempatkannya di peringkat kedua sekaligus membuat mereka sulit untuk bisa menang ketiga kalinya dalam pemilu kali ini.

 Menurut Hatta, partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) mulai menikmati coattail effect dari pengusungan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

 "Gerindra yang paling diuntungkan berkat asosiasi partai tersebut dengan Prabowo sebagai ketua umum sekaligus tokoh sentral sejak awal didirikan," tandas Hatta.

Menurut dia, yang membedakan antara Pilpres 2024 dan pemilu sebelumnya adalah konteks situasi politik yang sudah jauh berubah. Pada tahun 2014 dan 2019 Prabowo menjadi rival Jokowi, kini Prabowo justru menjadi sekutu kuat dan capres yang didukung Jokowi.

 "Prabowo-Gibran mewujudkan formasi kepemimpinan nasional baru yang paling bisa menjamin keberlanjutan program-program Jokowi," kata Hatta.

Baca Juga:Peringatan Kapolda Riau Jika Anggotanya Tak Netral pada Pemilu 2024

 Menyusul di tiga besar, Partai Golkar mengalami kenaikan elektabilitas dari kisaran 7—8 persen kini menyentuh 10,1 persen.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini