- Tokoh masyarakat terus memperjuangkan Daerah Istimewa Riau (DIR).
- Dokumen penting mengenai DIR telah diserahkan kepada DPR RI.
- Perjuangan DIR diklaim merupakan perjuangan seluruh masyarakat.
SuaraRiau.id - Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) memastikan langkah menuju status Daerah Istimewa Riau (DIR) tetap diperjuangkan sebagai amanah masyarakat luas.
Ketua BPP DIR yang juga Ketum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menjelaskan jika perjuangan itu terus dijalankan secara konstitusional dan terukur.
"Kita tetap berusaha memperjuangkannya, sebab memang amanah berbagai kalangan. Perjuangan DIR adalah perjuangan akal sehat, maka kita memang sengaja tidak menghebohkan-hebohkan," katanya.
Menurut Datuk Seri Taufik, hingga kini dukungan terhadap DIR datang dari sekitar 130 organisasi masyarakat di Riau.
Dia menjelaskan, berbagai dokumen penting seperti naskah akademik hingga rancangan undang-undang mengenai DIR telah diserahkan kepada DPR RI.
Oleh karena itu, kata Datuk Taufik, perjuangan saat ini lebih difokuskan pada penguatan substansi dan konsolidasi dukungan masyarakat.
Meski bergerak tanpa banyak hiruk-pikuk, refleksi perjuangan tetap dilakukan. Dalam waktu dekat, BPP DIR bersama berbagai elemen masyarakat juga tengah mempersiapkan kegiatan untuk menandai setahun deklarasi bersama perjuangan DIR yang pertama kali digaungkan pada 20 Mei 2025 lalu.
Perjuangan menuju status daerah istimewa itu bermula dari sembang-sembang masyarakat yang ditaja Lembaga Adat Melayu Riau di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru pada 9 Mei 2025.
Saat itu, berbagai organisasi masyarakat, tokoh agama, mahasiswa, hingga elemen adat duduk bersama membahas masa depan Riau.
Dalam forum yang berlangsung hampir 5 jam tersebut, muncul kesepakatan bahwa Riau dinilai layak menyandang status daerah istimewa. LAM Riau pun diminta memimpin perjuangan tersebut.
Datuk Seri Taufik menyampaikan bahwa perjuangan DIR merupakan perjuangan bersama seluruh elemen masyarakat Riau.
Salah satu amanah yang lahir dari forum tersebut ialah pembentukan tim khusus serta penyusunan naskah akademik Daerah Istimewa Riau.
Sementara Ketua Umum MKA LAM Riau, Marjohan, menyebut perjuangan tersebut lahir dari kesadaran sejarah panjang Riau terhadap Indonesia.
Datuk Marjohan mengungkapkan, kerajaan-kerajaan Melayu di Riau dahulu bergabung secara sukarela ke dalam NKRI dan turut menyerahkan berbagai aset serta kekayaan, termasuk sumber daya alam yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.