38. wasy-syamsu tajr limustaqarril lah, lika taqdrul-‘azzil-‘alm
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
39. wal-qamara qaddarnhu manzila att ‘da kal-‘urjnil-qadm
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Baca Juga:Laga Terakhir Liga 2, PSPS Riau Segera Hadapi Dua Klub Kebanggaan Sumut
40. lasy-syamsu yambag lah an tudrikal-qamara wa lal-lailu sbiqun-nahr, wa kullun f falakiy yasban
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.
41. wa yatul lahum ann amaln urriyyatahum fil-fulkil-masy-n
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.
42. wa khalaqn lahum mim milih m yarkabn
Baca Juga:Pendaki Riau Meninggal di Tragedi Erupsi Gunung Marapi Jadi 4 Orang
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.