Ombak besar ini memang cukup ditakuti oleh masyarakat setempat, sehingga untuk bisa melewatinya harus diadakan semah yakni sebuah upacara di waktu pagi atau siang hari yang dipimpin oleh tetua adat setempat.
Ritual ini dimaksudkan agar masyarakat selamat ketika berhadapan dengan Ombak Bono. Selain itu, kisah yang sama juga menyebut bahwa Ombak Bono dijadikan ajang uji nyali bagi setiap pendekar di Melayu pesisir.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam bertarung. Sebab, pengertian kata ‘Bono’ dalam bahasa masyarakat setempat ialah ‘Berani’.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Baca Juga:Ini Nama-nama Caleg Sementara Dapil Lingga-Bintan di Pilpres 2024