Rektor Unand Buka Suara soal Viral Mahasiswi Dipaksa Gunting Celana

Rektor menegaskan akan mengevaluasi secara komprehensif ketentuan dan pola pembinaan di Asrama.

Eko Faizin
Selasa, 01 November 2022 | 14:47 WIB
Rektor Unand Buka Suara soal Viral Mahasiswi Dipaksa Gunting Celana
Gerbang masuk kampus Unand. [Dok.Covesia.com]

SuaraRiau.id - Media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dua orang diduga mahasiswi Universitas Andalas (Unand) disuruh menggunting pakaian yang dianggap melanggar aturan asrama.

Video viral tersebut diunggah oleh akun Instagram @infounand, Minggu (30/10/2022) siang. Rekaman itu dengan cepat beredar di media sosial.

Terkait kejadian itu, Unand Padang mengevaluasi pola pembinaan di asrama mahasiswa usai terjadinya kasus dugaan intimidasi oleh mahasiswa senior terhadap junior yang viral tersebut.

"Saya menyesalkan terjadinya dugaan intimidasi oleh mahasiswa senior pembina asrama putri terhadap junior, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan," kata Rektor Unand Prof Yuliandri dikutip dari Antara, Selasa (1/11/2022).

Menurut Rektor, setelah viral video dugaan intimidasi oleh mahasiswi senior kepada penghuni asrama putri, pihaknya langsung merespon persoalan tersebut.

Rektor menegaskan akan mengevaluasi secara komprehensif ketentuan dan pola pembinaan di Asrama saat untuk menciptakan pembinaan asrama yang lebih inklusif dalam keberagaman.

"Evaluasi akan dilakukan segera, baik terhadap penghuni, pembina dan pengelola asrama termasuk ketentuan atau tata tertib yang diterapkan selama ini," ujar dia.

"Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan dasar perbaikan terhadap pengelolaan dan pembinaan mahasiswa berasrama, sehingga lebih peka dan antisipatif terhadap peluang terjadinya tindakan pemaksaan senior kepada junior," sambung Rektor Unand.

Sebelumnya Rektor telah memerintahkan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan (WR I) bersama jajarannya Direktur Kemahasiswaan, dan Kepala Asrama untuk mendalami kronologis tindakan yang diduga bermuatan intimidatif di Asrama Putri Unand.

Unsur pimpinan sudah mengumpulkan mahasiswa senior dan pembina asrama, mahasiswa yang menjadi korban serta mahasiswa senior yang pernah tinggal di asrama untuk dimintai penjelasan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini