facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Lawan Vietnam, Bima Sakti Minta Timnas Tak Terprovokasi: Bermain dengan Kepala Dingin

Eko Faizin Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:56 WIB

Lawan Vietnam, Bima Sakti Minta Timnas Tak Terprovokasi: Bermain dengan Kepala Dingin
Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti saat memimpin anak asuhannya berlatih. [Dok. PSSI]

Bima Sakti menginstruksikan pemainnya untuk hanya fokus ke pertandingan karena laga itu penting bagi Indonesia untuk lolos ke semifinal.

SuaraRiau.id - Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti meminta skuadnya tampil tenang dan tidak terprovokasi saat berhadapan kontra Vietnam pada laga pamungkas Grup A Piala AFF U-16 2022, Sabtu (6/8/2022) besok.

"Jangan terprovokasi, bermain dengan kepala dingin. Jangan sampai mendapatkan kartu karena pelanggaran yang tak perlu," ujar Bima dikutip dari Antara, Jumat (5/8/2022).

Bima Sakti menginstruksikan pemainnya untuk hanya fokus ke pertandingan karena laga itu penting bagi Indonesia untuk lolos ke semifinal.

Skuad "Garuda Asia" hanya perlu menahan imbang Vietnam untuk bisa melaju ke semifinal.

Para pemain, Bima melanjutkan, juga tak boleh terpengaruh dengan teriakan-teriakan penonton yang jumlahnya diprediksi akan lebih banyak daripada laga-laga sebelumnya.

Juru taktik berusia 46 tahun itu sendiri merasa perlu memperingatkan pemainnya lantaran atmosfer laga kontra Vietnam terasa sedikit "panas" pasca kejadian di Piala AFF U-19 2022 pada Juli lalu.

Seperti diketahui, Indonesia sempat mengajukan protes resmi kepada AFF terkait sikap Vietnam dan Thailand yang diduga tidak sportif saat kedua tim bertarung di Piala AFF U-19 2022 pada Juli.

Tindakan timnas U-19 Vietnam dan Thailand, yang disebut PSSI seperti tidak berniat memenangkan pertandingan ketika skor mereka imbang 1-1, membuat timnas U-19 Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF U-19 itu. Buntut dari peristiwa tersebut, PSSI mempertimbangkan untuk keluar dari AFF.

Oleh sebab itu, Bima pun memohon kepada suporter Indonesia yang hadir di Maguwoharjo untuk menjaga sikap.

"Tunjukkan bangsa Indonesia itu bangsa yang menghormati negara lain. Jangan sampai ada keributan, jangan sampai ada provokasi kepada pemain Vietnam," kata pemain timnas Indonesia era 1990-an itu.

Komentar

Berita Terkait