SuaraRiau.id - Konvoi rombongan motor gede (moge) dikawal polisi masuk Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang beberapa waktu lalu menuai polemik.
Bagaimana tidak, jalan bebas hambatan yang sejatinya diperuntukkan buat kendaraan roda empat ke atas dilintasi sepeda motor.
Buntut dari kejadian tersebut, sejumlah komunitas motor matic di Pekanbaru juga ingin merasakan masuk Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang untuk pergi ke Sumatera Barat (Sumbar).
Diketahui, rombongan moge saat itu mendapat pengawalan dari Ditlantas Polda Riau usai mendapatkan izin pengelola.
Atas dasar itu, komunitas motor matic pun ingin mendapat perlakuan sama seperti konvoi moge yaitu bebas masuk tol.
Mengutip Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, saat awak media mengkonfirmasi ke Pimpinan Proyek Tol Pekanbaru-Dumai seksi 1 dan 2, Bambang Hendrarto perihal ini, pihak pengelola memilih bungkam.
Padahal dalam pesan yang disampaikan sudah centang biru atau sudah telah dibaca oleh yang bersangkutan.
Sebelumnya diketahui, konvoi moge melintas di Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang dikawal polisi lalu lintas.
Terkait dengan itu, Kepala Bagian Bin Ops Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau Kombes Ruri Pratowo pun angkat bicara.
Ruri membenarkan adanya pengawalan dari personel Ditlantas Polda Riau terhadap rombongan moge tersebut.
- 1
- 2