facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Sawit Naik Sedikit Pasca Larangan Ekspor CPO Dicabut: Semoga Bisa Normal Rp3.000

Eko Faizin Kamis, 26 Mei 2022 | 15:34 WIB

Harga Sawit Naik Sedikit Pasca Larangan Ekspor CPO Dicabut: Semoga Bisa Normal Rp3.000
Ilustrasi harga sawit pasca larangan ekspor CPO dicabut. [ANTARA]

Kini sejak kebijakan larangan ekspor CPO dicabut, harga tersebut belum kembali ke level semula.

SuaraRiau.id - Harga sawit di kalangan petani Bengkalis masih naik tipis. Harga tandan buah segar (TBS) ini dinilai belum sesuai dengan ekspektasi para petani yang mengharapkan harganya bisa pulih di atas tiga ribu rupiah.

Sebelum kebijakan pelarangan ekspor CPO diungkapkan Presiden Joko Widodo, harga TBS kelapa sawit di Bengkalis menyentuh level harga Rp3.000, bahkan lebih.

Kini sejak kebijakan larangan ekspor CPO dicabut, harga tersebut belum kembali ke level semula.

Petani kelapa sawit yang berdomisili di Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Septian (30) mengatakan, bahwa saat harga TBS di kalangan petani hanya berkisar Rp 2.100.

"Naik sedikit, kemarin itu saat larangan ekspor anjlok ke Rp1.500 sampai Rp1.700. Sekarang naik sedikit," ungkapnya, Kamis (26/5/2022).

Septian mengakui bahwa harga tersebut juga tidak beda tipis dengan pengambilan di pabrik. Dia yang bermukim dekat pabrik kelapa sawit milik swasta ini menyebut, pengambilan di pabrik sebesar Rp2.300.

"Kalau di pabrik Rp2.300 ya, di kalangan kami petani Rp2.100-an gitu lah," tutur dia.

Di sisi lain, dia mengaku bersyukur ada kebaikan sedikit dari sebelumnya. Namun petani sawit ini berharap harga tersebut dapat kembali ke level Rp3.000-an, agar para petani bisa lebih sejahtera.

"Sekarang kendalanya memang soal harga, terutama juga harga pupuk. Harapan kami ya harga sawit bisa normal ke tiga ribuan," ungkap Septian.

Sementara itu, Kepala dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, bahwa ada terjadi sedikit penurunan. Menurut dia penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Komentar

Berita Terkait