Disampaikan Gianto, harga kelapa sawitnya dibeli dengam harga Rp 820.
"Bayangkan, biasanya satu ton kita dapat 2 juta lebih hampir 3 juta, sekarang cuma 800 ribu rupiah. Apa dapat 800 ribu rupiah di momen seperti ini," terangnya lagi.
Lebih jauh diceritakan Gianto, ia memiliki 3 orang anak. Semuanya beranjak remaja. Ia tak ingin menghilangkan momen kebahagiaan anaknya.
"Saya anak tiga, semua sudah besar- besar. Tentu kalau lebaran ini beli baju, kue lebaran dan sebagainya. Kalau harga sawit seperti ini mau apa lagi," tutur Gianto.
Ketua DPRD Siak buka suara
Turunnya harga sawit di tingkat petani bikin Ketua DPRD Siak Indra Gunawan angkat bicara.
Hal itu bermula dari keluhan para petani kelapa sawit di Siak, padahal di daerah berjuluk Negeri Istana itu bertabur Pabrik Kelapa Sawit (PKS).
Indra Gunawan turut prihatin dengan kondisi harga di tengah petani. Ia lun geram dengan para pihak Pabrik Kelapa Sawit yang memanfaatkan momen seperti ini dengan petani.
Diketahui hal itu buntut dari pidato presiden Joko Widodo terkait larangan ekspor minyak CPO.
"Kita minta jangan pula pihak pabrik menentukan harga beli secara sepihak, kasihan petani sawit," kata Ketua DPRD Siak Indra Gunawan.
Dijelaskan Ketua DPD I Golkar Siak itu, padahal maksud dan tujuan dari Presiden Jokowi itu memberikan teguran terhadap stakeholder ekosistem perkebunan kelapa sawit.