- Plt Gubri SF Hariyanto memindahkan ratusan ASN di Sekretariat DPRD Riau.
- Rotasi massal itu dilakukan menyusul banyak permasalahan, termasuk SPPD fiktif.
- SF Hariyanto mengaku kecewa karena tahun 2025 masih ditemukan persoalan.
SuaraRiau.id - Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto memberi peringatan keras terhadap jajaran Sekretariat DPRD Riau terkait berbagai persoalan yang masih ditemukan, temasuk dugaan kasus SPPD fiktif.
Dijelaskannya, sebagai bentuk evaluasi serius terhadap kondisi internal Sekretariat Dewan (Setwan) yang dinilai membutuhkan pembenahan menyeluruh telah dilakukan perombakan pegawai.
"Saya tegaskan, tidak ada lagi pegawai yang tidak bekerja. Saya minta berdiri dulu yang dari Setwan. Coba berdiri semua yang dari Setwan. Saya ingatkan kepada kalian saya tidak mau lagi di Sekwan itu ditemukan masalah SPPD pada tahun depan," katanya, Selasa (26/5/2026).
SF Hariyanto menegaskan bahwa persoalan administrasi maupun pengawasan tidak boleh lagi terulang setelah dilakukan perombakan besar.
"Sudahlah, hari ini total ada 308 orang di Setwan yang saya pindahkan semua. Saya tidak main-main. Saya pindahkan satu kantor karena saking ngerinya kondisi di Setwan DPRD Riau. Setan pun takut masuk ke situ karena saking besarnya angka korupsi di sana," tegas Plt Gubri.
SF Hariyanto menuturkan, para pegawai baru yang kini mengisi posisi di lingkungan Setwan harus bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan internal. Terlebih, untuk pejabat struktural sekretariat dewan yang baru dilantik.
"Jika nanti masih ada temuan lagi, kalian yang baru ini akan saya tarik masalah hukumnya. Jika kurang pengawasan, itu menjadi tanggung jawab kalian, termasuk Sekwan," ungkapnya.
SF Hariyanto juga menyampaikan jika rotasi dan mutasi besar-besaran tersebut dilakukan untuk memastikan adanya perubahan nyata.
"Saya sudah bilang kemarin, tetapi Sekwan masih beralasan bahwa itu adalah perbuatan orang-orang lama. Oke hari ini saya bersihkan, total saya pindahkan 308 orang. Jika setelah ini masih ada temuan lagi saya tidak akan tinggal diam," terangnya.
SF Hariyanto mengaku kecewa karena pada tahun 2025 masih ditemukan persoalan serupa yang menunjukkan lemahnya pengawasan. Kondisi itu menjadi alasan utama dirinya merombak struktur pegawai di Setwan Riau secara menyeluruh.
"Saya tidak peduli siapa pun yang ada di situ, saya ganti semua demi membersihkan DPRD Riau. Ini sejarah, satu kantor dipindahkan semua, tinggal beberapa saja yang tidak dipindahkan," sebutnya.
SF Hariyanto mengatakan bahwa kebijakan memindahkan seluruh ASN di DPRD Riau bukan karena masalah pribadi, melainkan kekecewaan.
"Saya melakukan ini bukan karena benci secara pribadi, melainkan kecewa melihat cara kerjanya. Oleh karena itu, saya minta kepada Sekwan yang ada sekarang, semua temuan tahun 2025 harus dikembalikan uangnya jangan bikin malu lagi," tutur dia.