Huawei P50 Pro Smartphone Berkamera Canggih, Kombinasi Lensa monokrom dan RGB PLus Sensor Multi-spektrum

Performa kamera di smartphone seringkali dikeluhkan karena penggunaan lensa tunggal yang membatasi area sensor, sehingga berdampak pada kemampuan imaging yang kurang hidup.

Eliza Gusmeri
Rabu, 02 Februari 2022 | 20:00 WIB
Huawei P50 Pro Smartphone Berkamera Canggih, Kombinasi Lensa monokrom dan RGB PLus Sensor Multi-spektrum
Huawei P50 Pro (foto: antara)

SuaraRiau.id - Huawei P50 Pro hadir sebagai smartphone canggih pada fitur kameranya. Pabrikan ponsel ini mengusung sistem Kamera Dual-Matrix pertama dengan menyatukan kemampuan dan kecanggihan beberapa lensa, sensor multi-spektrum 10-channel, Huawei XD Optics sebagai mesin yang menghasilkan gambar dengan kualitas super tinggi, serta True-Chroma Image Engine untuk menciptakan solusi pencitraan gambar (imaging) serbaguna dalam smartphone tipis dengan desain yang menawan ini.

Melansir Antara, kombinasi teknologi pada kamera utama Huawei P50 Pro mampu menyelesaikan berbagai permasalahan fotografi ponsel, bahkan pada skenario tersulit sekalipun.

Performa kamera di smartphone seringkali dikeluhkan karena penggunaan lensa tunggal yang membatasi area sensor, sehingga berdampak pada kemampuan imaging yang kurang hidup.

Namun di sisi lain, saat sebuah smartphone memperbesar area sensor kameranya, maka tantangan terbesarnya adalah mengakali keterbatasan ruang dengan desain yang kurang praktis karena terkesan "besar dan berat".

Baca Juga:4 Tips Percaya Diri Depan Kamera

Menambah jumlah lensa kamera, secara teori dapat melipatgandakan cahaya masuk, dan Huawei telah mengadopsinya melalui kombinasi lensa monokrom dan lensa warna yang dapat mengumpulkan sinyal kecerahan sekaligus dari model warna RGB (merah, hijau, dan biru).

Meski mampu membiaskan cahaya lebih tinggi mendekati kemampuan mata manusia, namun algoritma ini bukan tanpa tantangan. Risiko perbedaan sudut pandang masih tetap ada, namun Huawei telah berinovasi untuk meminimalisir dampaknya melalui konsep AI-Raw.

Ketika shutter ditekan, sensor akan mengambil beberapa foto untuk pemrosesan fusi yang bersamaan dengan proses detail gambar, sehingga meminimalisir hilangnya konversi sinyal elektrik penyebab foto kurang tajam.

"Konsep AI-Raw ini mendasari rancangan matriks kamera utama Huawei P50 Pro sebagai flagship smartphone terbaru dari Huawei, yang dirakit dari kombinasi lensa monokrom dan lensa RGB, serta sensor multi-spektrum," ujar Country Head of Huawei CBG Indonesia Patrick Wu dalam keterangannya, Rabu.

Selain itu, kamera Huawei P50 Pro dikatakan Patrick juga memiliki skema warna khusus untuk fusi monokrom yang secara dinamis dapat memperbarui white balance dan koreksi warna pada foto, sehingga dapat meningkatkan fitur adaptasi scene foto yang lebih baik.

Baca Juga:Ada Jejak Kaki Harimau Sumatera di Palembayan Agam, BKSDA Sumbar Pasang Kamera Jebak

"Terintegrasi dengan Super High Image Processing Engine, Huawei P50 Pro dapat menghasilkan gambar lebih cerah, serta mampu membidik objek dengan lebih banyak cahaya masuk, sehingga menghasilkan foto yang lebih jernih," jelas Patrick.

Rahasia Huawei P50 Pro

Kemampuan fotografi kamera Huawei P50 Pro memungkinkan pengguna untuk merasakan pengalaman memotret yang lebih nyata layaknya menggunakan kamera profesional.

Praktis dan ringkas, kamera utamanya dapat seketika menangkap sejumlah besar cahaya yang langsung diteruskan ke sensor semikonduktor untuk diubah menjadi sinyal elektrik. Proses ini dapat membuat hasil foto grup menggunakan kamera utama HUAWEI P50 Pro lebih jernih, dan bahkan tampak realistis secara tiga dimensi hingga tekstur kulitnya.

Selain pada foto grup, keuntungan dari tingginya cahaya yang masuk ke kamera utama Huawei P50 Pro juga dapat dirasakan untuk pengambilan foto di malam hari. Tantangan batas jelas antara kontras terang dan gelap bukan lagi masalah karena kamera utama Huawei P50 Pro dapat mengubah cahaya yang ditangkap menjadi sinyal digital, yang kemudian dikirim ke NPU dan prosesor sinyal gambar (ISP) untuk diproses.

Dengan cara ini, kontras sinyal kecerahan dalam gambar lebih mendekati pemandangan yang sesungguhnya, dan tidak akan mudah mengalami kelebihan atau kekurangan cahaya. Lebih dari itu, perbedaan kecerahan juga dinilai akurat hingga tingkat piksel, tanpa mengkhawatirkan masalah yang disebabkan oleh peningkatan eksposur atau sensitivitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini