facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Sawit Riau Meroket Pekan Ini, Tembus Rp 3.401 per Kg

Eko Faizin Selasa, 14 Desember 2021 | 17:32 WIB

Harga Sawit Riau Meroket Pekan Ini, Tembus Rp 3.401 per Kg
Ilustrasi harga sawit Riau. [ANTARA]

Harga sawit naik sebesar Rp 3.401,84/Kg untuk periode satu pekan ke depan.

SuaraRiau.id - Harga sawit Riau untuk periode 15-21 Desember 2021 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

Kenaikan harga kelapa sawit tertinggi seperti biasa terjadi pada kelompok umur 10 hingga 20 tahun mencapai Rp 21,87 per Kg atau mencapai 0,65% dari harga minggu lalu.

Harga sawit naik sebesar Rp 3.401,84/Kg untuk periode satu pekan ke depan. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli, faktor internal naiknya harga tandan buah segar (TBS) untuk periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikan dan penurunan harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp 68,50/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 152,02/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 160,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 167,00/Kg dari harga minggu lalu," ujar dia, Selasa (14/12/2021).

Sedangkan faktor eksternal, harga minyak sawit mentah (CPO) berhasil naik lebih dari 3% dalam sepekan, di tengah menguatnya ekspor CPO Malaysia.

Menurut data Refinitiv, dalam sepekan harga kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives terkerek naik 3,22% ke posisi MYR 4.800/ton.

"Perkiraan produksi yang lebih lemah dalam beberapa minggu mendatang juga membantu mengangkat harga minyak sawit. Pada pekan depan, harga CPO diperkirakan akan diperdagangkan dengan bias naik (upward bias)," ujarnya.

Adapun MPOB mengatakan ekspor minyak sawit naik 3,30% secara bulanan (mom) menjadi 1,46 juta ton pada November dibandingkan posisi 1,42 juta ton pada Oktober.

Hal tersebut turut meningkatkan daya saing dan daya tarik produk bursa dan pasar derivatif Malaysia secara keseluruhan di antara investor lokal dan internasional.

"After-Hours Trading dinilai penting sebagai upaya lindung nilai (hedging) di pasar CPO yang sangat fluktuatif," ungkap dia.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait