Delapan tahun lalu mereka kehilangan ibu mereka karena tumor otak. Sejak saat itu, anak-anak yatim piatu yang tidak memiliki saudara lain selalu menghadapi dunia bersama.
Para aktivis kemudian berusaha mengeluarkan mereka dari negara itu. Tidak jelas berapa banyak orang Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual, Queer (LGBTQ) di Afghanistan karena kebanyakan dari mereka hidup dalam bayang-bayang.
Tahun lalu, laporan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengenai Afghanistan menyebutkan orang-orang LGBTQ menghadapi diskriminasi, penyerangan dan pemerkosaan serta pelecehan dan penangkapan oleh pihak berwenang.
Sejak negara itu jatuh ke tangan Taliban, kelompok-kelompok hak asasi manusia berlomba-lomba mengeluarkan LGBTQ Afghanistan dari negara itu.