SuaraRiau.id - Seorang oknum guru sekolah dasar dilaporkan warga Dumai terkait kasus penipuan investasi bernilai ratusan juta.
Oknum guru honorer berinisial Ha itu modusnya menawarkan investasi dengan keuntungan, namun ternyata bodong.
Para korban mendesak polisi agar pelaku investasi bodong tersebut ditangkap.
Penuturan salah seorang korban bernama Hf, awalnya ia mau ikut investasi itu lantaran sudah mengenal Ha. Korban ditawarkan investasi melalui Instagram.
Kepada Hf, pelaku menawarkan keuntungan ratusan ribu hingga jutaan rupiah kepada korban untuk setiap setiap slot modal, atau rata-rata per lima hari. Penyetoran dana investasi dilakukan korban secara transfer.
"Saya kenal udah lama, dan saat ditawari investasi ini mau saja dan percaya. Awalnya berjalan normal, setiap penyetoran uang kita ditransfer lagi dengan keuntungan, namun ke belakang ini mulai macet, dan akhirnya baru sadar sudah tertipu," terang Hf dikutip dari Antara, Rabu (29/9/2021).
Dia mengaku uang setoran yang ditilap pelaku sekitar Rp 35 juta itu untuk persiapan kelahiran istri tercinta. Kini Hf hanya bisa berharap polisi menghukum setimpal Ha dan modal bisa dikembalikan.
Sementara korban lain, inisial N juga menyesal karena mengajak juga beberapa anggota keluarga dan kenalan untuk bergabung dalam investasi bodong ini sebanyak 37 orang. Total kerugian dialami Rp 543 juta.
Awalnya ibu rumah tangga ini tertarik dengan investasi itu karena pelaku memperlihatkan bukti transfer hasil investasi kepada para investor lain, serta bukti jaminan dari calon peminjam uang melalui akun media sosial.
"Dia mengaku uang yang kita inves itu akan dipinjamkan kepada orang yang telah menitip jaminan seperti surat tanah, BPKB serta perhiasan, makanya saya tertarik," kata N.