Alfarel ditemukan warga setelah beberapa waktu melakukan pencarian. Ia ditemukan di hutan sekitar 200 meter dari pondoknya tanpa kepala dan bagian kemaluan juga tidak ditemukan.
Saat ini, kata Kenang lebih jauh, situasi di Kampung Teluk Lanus, warga benar benar khawatir dan merasa berduka. Sebab apa yang dikhawatirkan selama ini, menjadi kenyataan, ada korban jiwa.
Menurut Kenang, sejak harimau mulai masuk kampung, pihak pemerintahan kampung sudah mengingatkan warga untuk berhati hati jika harus ke kebun.
Jangan pernah sendirian ke kebun. Demikian juga pulangnya jangan terlalu petang. Meksi harimau masuk kampung dan mengintai ternak, tapi warga harus beraktivitas untuk bertahan hidup.
“Kami tidak bisa melarang warga agar tidak beraktivitas, hanya saja harus lebih berhati hari. Kami tidak ingin jatuh korban,” jelas Kenang.
Kontributor : Alfat Handri