Temuan 653 Data Ganda Penerima Bansos Covid di Pekanbaru, Diduga Ada ASN yang Terima

Sejumlah 653 data ganda penerima bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020 ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Kota Pekanbaru, Riau.

Chandra Iswinarno
Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:54 WIB
Temuan 653 Data Ganda Penerima Bansos Covid di Pekanbaru, Diduga Ada ASN yang Terima
Ilustrasi pemberian bansos Covid-19. (Antara)

SuaraRiau.id - Sejumlah 653 data ganda penerima bantuan sosial (bansos) Covid-19 tahun 2020 ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Pekanbaru, Riau.

Parahnya, diduga ada oknum ASN yang terdaftar sebagai penerima bansos Covid-19 yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru pada tahun lalu.

Data yang ditemukan BPK diketahui berjumlah 653 nama dari total seluruh penerima bansos yang berjumlah 45.625 nama.

Bahkan, penerima manfaat yang tercatat ganda tersebut diketahui tersebar di 12 kecamatan.

Baca Juga:BMKG Pantau 94 Titik Panas di Sumatera

Merujuk pada data yang dimiliki BPK, data ganda penerima bansos Covid-19 paling banyak di Kecamatan Tampan, sejumlah 181 nama, kemudian Kecamatan Payung Sekaki yang jumlahnya mencapai 120 nama.

Menanggapi temuan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Firdaus menyatakan belum mendapatkan data resmi dari BPK. Namun dia memastikan, jika data ganda warga yang menerima bansos bersumber dari data Kementerian Sosial.

Untuk menindaklanjutinya, dia mengaku sudah memerintahkan Dinas Sosial Kota Pekanbaru untuk validasi data penerima. Mereka mesti melakukan proses validasi data guna memastikan kebenaran data.

"Saya sudah sampaikan ke kepala dinas, agar saat menerima data jangan cuma jadi tukang stempel data saja itu nggak bener. Tapi validasi dulu datanya," katanya seperti dikutip dari Riauonline.co.id-jaringan Suara.com.

Dia mengemukakan, data yang diterima dari tenaga sukarela harus divalidasi, setelah melakukan pendataan terhadap penerima manfaat.

Baca Juga:Temuan BPK, Ada Ratusan Data Ganda Penerima Bansos di Pekanbaru

Lantaran itu, dia mengingatkan agar petugas yang mendata mesti berkoordinasi untuk memvalidasi hasil pendataan.

"Kalau tidak mau koordinasi, ya kembalikan saja data itu. Jangan kita jadi tukang stempel, kan ada tanggung jawab kita validasi lagi," ujarnya.

Dia juga menyatakan, tidak menampik adanya dugaan data ganda. Dia menyebut, hal itu bisa saja terjadi karena proses validasi data yang tidak optimal.

Namun, dia menyebut data penerima manfaat bisa saja dikoreksi dengan syarat harus ada evaluasi.

"Kita harus pastikan siapa yang mendata. Saya dapat info ada warga kurang mampu di lingkungan RW Ketua Forum RTRW ternyata luput dari pendataan, ini harus jadi evaluasi," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini